Mesir Buka Penerbangan Internasional, Turis Bisa Kunjungi Piramida Giza

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 13:24 WIB
morning light on pyramids
Ilustrasi (iStock)
Kairo -

Otoritas Mesir membuka kembali penerbangan internasional dan tujuan wisata utama, termasuk Piramida Agung Giza, mulai Rabu (1/7) waktu setempat. Pembukaan dilakukan setelah penutupan selama tiga bulan imbas dari pandemi virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/7/2020), Mesir menutup bandara untuk penerbangan internasional dan menutup situs-situs bersejarah yang terkenal sejak pertengahan Maret, saat pemerintah berupaya keras membatasi penyebaran virus Corona.

Kebijakan tersebut membuat industri pariwisata di Mesir terhenti sementara. Pemerintah menyebut industri pariwisata berkontribusi 5 persen bagi perekonomian. Namun para pakar menyebut kontribusi pariwisata bagi perekonomian mencapai 15 persen jika menghitung pekerjaan dan investasi tidak langsung terkait wisata.

Pada hari pertama pembukaan, menurut Reuters, beberapa pengunjung terlihat mendatang Piramida Giza. Jumlah masih lebih kecil dari situasi normal sebelum pandemi Corona merajalela.

"Ini tempat yang indah, di sini kita melihat simbol Mesir dan inilah kenapa kita datang ke sini," ucap seorang turis bernama Ravalonandrasana Maurice.

Sementara itu, sekitar 16 penerbangan telah lepas landas dari Bandara Internasional Kairo pada Rabu (1/7) waktu setempat. Dua terminal kedatangan di bandara tersebut masih kosong pada pagi hari, namun layar pengumuman menunjukkan empat jadwal penerbangan akan tiba dari Toulouse, Kuwait, Tunis dan Amman.

Menteri Pariwisata dan Urusan Barang Antik, Khaled al-Anany, menyatakan bahwa dua pesawat charter di pada Rabu (1/7) pagi dari bandara-bandara di Sinai Selatan dan Laut Merah dengan membawa turis dari Ukraina.

Provinsi-provinsi tersebut bersama dengan kawasan Pantai Laut Merah juga Marsa Matrouh di Mediterania diperbolehkan buka kembali karena mencatat sedikit kasus Corona. Sejauh ini, total 68.311 kasus Corona terkonfirmasi di Mesir, dengan 2.953 kematian.

(nvc/ita)