Round-Up

Ternyata Corona Merebak di Istana Sebelum Pangeran Saudi Meninggal Dunia

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 08:15 WIB
A Saudi flag flutters atop Saudi Arabias consulate in Istanbul, Turkey October 8, 2018. REUTERS/Murad Sezer
Foto: Bendera Arab Saudi (Dok. REUTERS/Murad Sezer)
Riyyadh -

Penyebab wafatnya salah satu pangeran Arab Saudi, Pangeran Bandar bin Saad bin Mohammad bin Abdulaziz bin Saud bin Faisal Al Saud masih misteri. Namun, ternyata virus Corona telah menginfeksi 150 orang anggota kerajaan Arab Saudi tiga bulan lalu.

Dalam sebuah laporan, dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota keluarga Al-Saud kala itu menyiapkan sebanyak 500 tempat tidur, dan menekankan kondisi di kerajaan Saudi dalam keadaan 'siaga tinggi'.

"Arahan harus siap untuk V.I.P dari seluruh negara," tulis pesan dari Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal yang diterima The New York Times pada Selasa (7/4/2020).

"Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami dapatkan tetapi waspada, semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya, kasus 'darurat' yang akan diterima lebih awal," lanjut pesan tersebut.

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus Corona atau COVID-19 dilaporkan turut menginfeksi keluarga kerajaan. Sebanyak 150 bangsawan di kerajaan diyakini telah tertular virus Corona.

Raja Salman pun disebut sempat mengasingkan diri demi menjaga keselamatannya di sebuah istana pulau dekat kota Jeddah di Laut Merah. Sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putranya dan penguasa de facto yang berusia 34 tahun dikabarkan mundur, dan banyak pula para menteri yang pergi ke tempat terpencil di pantai yang sama, di mana rencananya akan membangun kota futuristik yang dikenal dengan Neom.

Sementara itu, Pangeran Faisal bin Bandar pun dilaporkan terinfeksi virus Corona. Hal ini dikonfirmasi oleh dua dokter yang menanganinya dan memiliki ikatan dekat dengan keluarga kerajaan. Menurut dokter dan orang-orang terdekat keluarga kerajaan, dia positif Corona usai melakukan perjalanan ke Eropa. Hal ini pun dianggap menjadi pembawa virus Corona ke lingkungan kerajaan.

Tonton video 'Setengah Juta Kematian Akibat Covid-19, WHO: Yang Terburuk Belum Datang':

Selanjutnya
Halaman
1 2