Round-Up

Lagi-lagi Trump Murka ke China Gegara Corona di AS Makin Menggila

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 05:30 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 31: U.S. President Donald Trump participates in the daily coronavirus task force briefing in the Brady Briefing room at the White House on March 31, 2020 in Washington, DC. The top government scientists battling the coronavirus estimated on Tuesday that the virus could kill between 100,000 and 240,000 Americans. Trump warned that there will be a Very, very painful two weeks ahead as the nation continues to grapple with the outbreak of the COVID-19 virus.   Win McNamee/Getty Images/AFP
Foto: Presiden AS Donald Trump (Win McNamee/Getty Images/AFP)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan kemurkaannya kepada China. Hal ini karena dipicu oleh wabah Corona yang kian menggila di negeri Paman Sam itu.

Sebagaimana diketahui, selama ini Trump selalu menyalahkan China atas pandemi ini. Bahkan, dia sempat ingin menyelidiki asal-usul Corona yang disebut dari laboratorium di Wuhan.

Namun, saat angka kasus Corona di AS terus meningkat, kemurkaan Trump terhadap China juga meningkat.

"Ketika saya menyaksikan pandemi menyebarkan wajahnya yang buruk di seluruh dunia, termasuk kerusakan luar biasa yang terjadi pada AS, saya menjadi semakin marah pada China," demikian cuitan Trump di Twitter seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/7/2020).

Pernyataan-pernyataan Trump yang menyalahkan China atas pandemi Corona, telah meningkatkan ketegangan antara kedua negara karena perang dagang yang sedang berlangsung.

Di tengah lonjakan dalam kasus-kasus baru Corona di AS, khususnya di wilayah selatan dan barat, pakar penyakit menular Anthony Fauci mengatakan kepada Kongres Selasa (30/6) waktu setempat, bahwa segala sesuatu "berjalan ke arah yang salah," dan bahwa "jelas kita tidak berada dalam kendali penuh saat ini."

Lonjakan mengkhawatirkan dalam kasus-kasus baru di hot spot selatan Texas dan Florida mendorong total kasus baru nasional setiap hari menjadi lebih dari 40.000 kasus per hari. Fauci mengatakan, lonjakan ini perlu dicegah dengan cepat untuk menghindari lonjakan berbahaya di tempat-tempat lainnya di negara tersebut.

Lagi! Trump Marah ke China Gegara Corona di AS Makin Menggila:

Selanjutnya
Halaman
1 2