Dikritik Habis-habisan, Jadikah Israel Mencaplok Tepi Barat?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 15:36 WIB
Israel yang ketakutan dengan bom pejuang Palestina membangun tembok perbatasan Yerusalem. Begini kehidupan di tembok perbatasan saat dipotret 3 tahun lalu.
Foto: Tembok pembatas Yerussalem Palestina (Getty Images/Chris McGrath)

Penerapan "kedaulatan" adalah istilah yang digunakan secara luas di Israel untuk merujuk pada apa yang masyarakat internasional pandang sebagai aneksasi dan pelanggaran hukum internasional.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan minggu ini bahwa aneksasi harus menunggu sampai krisis Corona telah terkendali.

Gantz akan mengambil alih posisi perdana menteri pada November 2021 berdasarkan ketentuan kesepakatan koalisi.

Netanyahu bertemu Selasa (30/6) dengan Duta Besar AS David Friedman, pendukung setia pemukiman Yahudi Tepi Barat dan aneksasi.

"Saya membahas masalah kedaulatan, yang saat ini sedang kami kerjakan dan akan terus bekerja dalam beberapa hari mendatang," kata Netanyahu setelah pertemuan.

Netanyahu mungkin masih akan terus dengan rencananya, baik pada hari Rabu ini atau di hari-hari mendatang. Tetapi para ahli telah mencatat bahwa ia sangat memperhatikan pemilihan presiden AS dan mungkin masih ingin bertindak tegas sebelum Januari, jika ia khawatir Trump tidak akan memenangkan masa jabatan kedua.

Calon Presiden Partai Demokrat AS, Joe Biden menentang aneksasi sepihak oleh Israel. Sementara pemerintah AS telah menawarkan dukungan diam-diam untuk pencaplokan wilyah itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3