Round-Up

Presiden Kosovo Siap Balik Kanan Bila Kejahatan Perang Terbukti di Putusan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 20:53 WIB
Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)
Foto: Presiden Kosovo Hashim Thaci (Getty Images)

Thaci sempat hendak berangkat ke Washington DC, Amerika Serikat untuk diskusi ketika surat dakwaan diungkap ke publik.

"Saya tidak tahu apakah itu kebetulan atau intrik bahwa, di tengah jalan menuju Gedung Putih, pemberitahuan untuk surat dakwaan yang belum dikonfirmasi dilepaskan," ujarnya.

Thaci mengatakan pertemuan yang dibatalkan itu merupakan "pukulan keras terhadap peluang mencapai perdamaian antara Kosovo dan Serbia". Thaci pun berjanji, jika dakwaan itu terbukti, dia siap mundur dari jabatannya.

"Jika tuduhan terkonfirmasi, saya akan segera mundur sebagai Presiden Anda dan menghadapi tuduhan. Saya tidak akan menghadapi keadilan dari kantor ini," tegas Thaci dalam pernyataannya.

Untuk diketahui, perang kemerdekaan Kosovo merenggut sekitar 13.000 jiwa, yang sebagian besar adalah etnis Albania.

Wilayah itu secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaannya pada 2008, dengan dukungan dari Amerika Serikat dan sebagian besar negara-negara Barat. Tetapi Serbia dan sekutu-sekutunya, China dan Rusia, tidak pernah menerima tindakan keputusan itu. Status Kosovo tetap menjadi perdebatan hingga saat ini.


(rdp/rdp)