Round-Up

Rencana Gagal Robohkan Patung Presiden Ketujuh AS Berujung Dakwaan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 06:07 WIB
Demonstrators gather in front of the White House to protest the death of George Floyd, Saturday, May 30, 2020, in Washington. Floyd died after being restrained by Minneapolis police officers. (AP Photo/Evan Vucci)
Ilustrasi (Unjuk rasa di depan Gedung Putih. Foto: AP Photo/Evan Vucci)
Washington -

Unjuk rasa atas kematian pria kulit hitam, George Floyd di tangan polisi Minneapolis menyisakan beberapa peristiwa, seperti percobaan perobohan patung Presiden ketujuh Amerika Serikat, Andrew Jackson. Pada insiden itu, sebanyak 4 orang didakwa dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Dilansir AFP, Minggu (28/6/2020) Kantor Kejaksaan Washington DC mendakwa 4 orang pria yang mencoba merobohkan patung Presiden ke-7 AS yang berada di dekat Gedung Putih itu. Sementara Presiden Donald Trump menyebut belasan orang telah diperiksa atas kasus tersebut.

Diketahui, pada Senin (22/6) malam waktu setempat, sekelompok demonstran menyerang patung Presiden Jackson, seorang pemilik budak yang memimpin AS pada tahun 1829-1837. Mereka melilitkan tali di sekitar patung itu dan mencoba untuk merobohkannya.

Berdasarkan rekaman video, ada empat orang diidentifikasi mengikat dan menarik tali. Mereka menyerahkan kemudian palu kepada para demonstran yang lainnya.

Keempat pria itu berusia antara 20-40 tahun. Pada Jum'at (26/6) waktu setempat, Kantor Kejaksaan Washington menuntut keempat pelaku atas 'penghancuran properti federal', di mana dakwaan dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Selanjutnya
Halaman
1 2