Kasus Corona Meningkat, Kota Leicester Inggris Berpotensi Dilockdown

Eva Safitri - detikNews
Senin, 29 Jun 2020 00:30 WIB
Pandemi Corona berdampak pada harga perumahan mewah yang semakin tidak menentu. Di Inggris sektor ini terus menurun.
Inggris (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Kota Leicester bisa menjadi kota pertama yang lockdown di Inggris karena meningkatnya kasus virus corona. Hal ini diungkapkan Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel.

Patel mengatakan kepada BBC bahwa ada "gejolak di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir, hanya dalam tiga atau empat minggu terakhir khususnya," seperti dilansir dari AFP, Senin (29/7/2020).

"Untuk wabah lokal, sangat tepat untuk memiliki solusi lokal dalam hal pengendalian infeksi, jarak sosial, skrining dan banyak alat. Akan ada dukungan untuk Leicester," tambahnya.

Laporan-laporan di surat kabar Sunday Times mengatakan pemerintah akan memberlakukan kembali aturan penguncian ketat di Leicester "dalam beberapa hari mendatang".

Populasi Leicester berjumlah sekitar 340.000 orang, menurut angka resmi.

Berita itu datang pada saat yang mengkhawatirkan bagi Inggris, negara yang sangat terpengaruh oleh pandemi ini.

Pemerintah Boris Johnson akan melonggarkan pembatasan penguncian mulai 4 Juli dengan membuka pub, restoran, dan penata rambut di antara yang lain di seluruh Inggris. Meski begitu, ada kekhawatiran akan gelombang kedua infeksi.

Dalam beberapa hari terakhir, Inggris telah melihat puluhan ribu orang mengabaikan aturan jarak sosial dan memadati pantai serta mengadakan pesta jalanan. Penggemar Liverpool juga memadati kota itu setelah klub sepak bola mereka memenangkan Liga Premier.

Pakar medis terkemuka memperingatkan awal bulan ini tentang "risiko nyata" dari gelombang kedua virus corona musim dingin ini.

"Saya pikir tidak ada yang lebih merusak bagi negara kita, bagi perekonomian kita jika kita memiliki gelombang kedua," kata Patel.

Lebih dari 43.500 orang telah meninggal karena virus corona di Inggris.

(eva/eva)