Swiss Izinkan Pertemuan hingga 1.000 Orang Mulai Pekan Depan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 10:11 WIB
FILE - In this  Wednesday, June 3, 2020 file photo, Italian customs officials talk to a woman at the border station Chiasso Brogeda between Switzerland and Italy, in Chiasso, Switzerland. Italy opened its borders to the citizens of the EU and Switzerland on June 3, after the coronavirus lockdown with closed boarders and travelling restrictions. Europe is taking a big step toward a new normality as many countries open up their borders to fellow Europeans – but exceptions remain, and it remains to be seen how many will use their rediscovered freedom to travel.( Alessandro Crinari/Keystone via AP, file)
Ilustrasi -- Situasi di perbatasan Swiss dan Italia saat pandemi Corona (Alessandro Crinari/Keystone via AP, file)
Bern -

Otoritas Swiss akan mengizinkan digelarnya acara pertemuan yang dihadiri hingga 1.000 orang mulai pekan depan. Keputusan ini diambil saat negara ini memasuki tahap empat pelonggaran pembatasan secara bertahap untuk mengendalikan penyebaran virus Corona (COVID-19).

Seperti dilansir AFP, Sabtu (20/6/2020), Swiss tergolong berhasil dalam menghindari situasi terburuk dalam pandemi Corona, meskipun negara ini berbatasan langsung dengan Italia bagian utara yang sempat menjadi pusat pandemi di Eropa.

Sejauh ini, menurut data penghitungan Johns Hopkins University (JHU), total 31.235 kasus Corona tercatat di Swiss yang berpenduduk 8,5 juta jiwa. Total kematian akibat virus Corona di negara ini mencapai 1.956 orang. Jumlah penularan, pasien rawat inap dan kematian tetap stabil di level rendah selama beberapa pekan, dengan hanya 599 kasus baru tercatat sejak 19 Mei lalu.

Dalam pengumuman terbaru pada Jumat (19/6) waktu setempat, otoritas Swiss menyatakan bahwa aturan jaga jarak fisik dilonggarkan dari 2 meter menjadi 1,5 meter mulai Senin (22/6) mendatang. Kemudian jam malam yang berlaku untuk restoran dan kelab malam akan dicabut.

Jumlah batasan maksimum untuk orang yang hadir dalam pertemuan dinaikkan dari 300 orang menjadi maksimum 1.000 orang dalam satu pertemuan mulai Senin (22/6) mendatang. Hal itu bisa berlangsung selama jumlah orang yang dilacak dalam kasus penularan tidak melebihi 300 orang, melalui langkah-langkah seperti memisahkan orang-orang ke dalam beberapa kelompok berbeda.

Orang-orang juga mulai diperbolehkan untuk berkumpul menggelar unjuk rasa, asalkan pesertanya memakai masker.

Selanjutnya
Halaman
1 2