Trump Ajukan Gugatan untuk Cegah Buku Kontroversial John Bolton Terbit

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 15:14 WIB
A copy of
Salinan buku John Bolton yang berjudul 'The Room Where It Happened' yang berupaya dicegah penerbitannya oleh pemerintahan Trump (AP Photo/Alex Brandon)

Disebutkan lebih lanjut bahwa Bolton dan penerbitnya, Simon & Schuster, memutuskan untuk menerbitkan buku itu pada 23 Juni 'tanpa Tergugat memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada NSC' atau melengkapi proses peninjauan pra-penerbitan.

"Sederhananya, Tergugat melakukan tawar-menawar dengan Amerika Serikat sebagai syarat pekerjaannya pada salah satu posisi keamanan nasional paling sensitif dan paling penting dalam pemerintahan Amerika Serikat dan sekarang ingin untuk mengingkari tawaran itu," demikian bunyi dokumen itu.

Dalam pernyataan singkat, pihak penerbit Simon & Schuster menyebut bahwa menjelang penerbitan buku itu, Bolton 'bekerja sama dengan Dewan Keamanan Nasional untuk memasukkan perubahan pada naskah yang menjadi kekhawatiran NSC'.

Menurut penerbit Simon & Schuster, versi final yang akan diterbitkan telah 'mencerminkan perubahan-perubahan itu, dan Simon & Schuster mendukung sepenuhnya hak Amandemen Pertama Duta Besar Bolton untuk menceritakan kisahnya di dalam Gedung Putih semasa Trump'.

Putusan dari gugatan hukum itu belum dijatuhkan. Namun diketahui juga bahwa Departemen Kehakiman AS tengah berupaya mendapatkan perintah darurat untuk menghalangi penerbitan buku karya Bolton itu.

Pada Rabu (17/6) waktu setempat, Departemen Kehakiman AS mengajukan mosi untuk mendapatkan preliminary injunction, semacam perintah pengadilan pada tahap awal gugatan hukum yang melarang pihak-pihak yang terlibat dalam gugatan untuk bertindak demi menjaga status quo hingga putusan dijatuhkan.

Dalam mosi itu, Departemen Kehakiman AS meminta pengadilan untuk mengambil tindakan 'demi mencegah munculnya bahaya bagi keamanan nasional jika manuskripnya diterbitkan ke dunia'.

Halaman

(nvc/ita)