Isi Buku Heboh John Bolton: Trump Minta Bantuan China hingga Soal Uighur

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 13:12 WIB
President Donald Trump speaks in an address to the nation from the Oval Office at the White House about the coronavirus Wednesday, March, 11, 2020, in Washington. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)
Foto: Presiden AS Donald Trump (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)

3. Trump Menawarkan Bantuan Penutupan Kasus

Buku Bolton dilaporkan merinci kasus-kasus di mana Trump mencoba menutup penyelidikan kasus kriminal sebagai bantuan kepada para pemimpin otoriter. Satu insiden yang dimuat di media Washington Post termasuk diskusi 2018 dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

Bolton mengatakan Erdogan memberi memo kepada Trump yang mengklaim bahwa perusahaan Turki yang sedang diselidiki di AS tidak bersalah. "Trump kemudian mengatakan kepada Erdogan bahwa dia akan mengurus semuanya, menjelaskan bahwa jaksa distrik selatan bukan orangnya, tetapi orang-orang Obama, masalah yang akan diperbaiki ketika mereka digantikan oleh rakyatnya."

4. Trump Setuju dengan Penahanan Muslim Uighur

Menurut Bolton, Trump juga setuju dengan Xi yang membela soal penahanan massal Muslim Uighur di kamp-kamp penahanan di China.

"Menurut penerjemah kami," Bolton menulis, "Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan kamp-kamp, yang menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan."

Menurut dokumen partai Komunis yang bocor yang diterbitkan pada bulan November 2019, setidaknya 1 juta Muslim Uighur ditahan di kamp.

5. Trump Memakai Kasus Jamal Khashoggi untuk Mengalihkan Isu soal Ivanka

Trump menjadi headline pada November 2018 ketika ia merilis pernyataan aneh yang membela putra mahkota Saudi Mohammed bin Salman atas pembunuhan Jamal Khashoggi. Itu termasuk komentar seperti "Dunia adalah tempat yang sangat berbahaya!" dan "mungkin dia melakukannya dan mungkin dia tidak melakukannya!"

Menurut buku Bolton, menjadi headline adalah inti dari usaha Trump. Sebabnya, kisah tentang putrinya, Ivanka, yang menggunakan email pribadinya untuk urusan pemerintah juga menjadi berita pada saat itu.

"Ini akan mengalihkan perhatian dari isu Ivanka," kata Trump. "Jika saya membaca pernyataan itu secara langsung, itu akan mengambil alih masalah Ivanka," imbuhnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3