Benarkah Pelopor Pramuka Baden-Powell Simpatisan Nazi dan Homofobik?

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 19:57 WIB
Robert Baden-Powell bersama anak-anak pramuka. (AFP)
Robert Baden-Powell bersama anak-anak pramuka. (AFP)
Jakarta -

Dewan Kota Poole di Inggris selatan akan menurunkan patung pelopor gerakan pramuka Robert Baden-Powell, karena dianggap sebagai dianggap simpatisan Nazi Jerman. Rencana ini merupakan imbas dari demonstrasi antirasialisme yang dipicu oleh kematian George Floyd. Namun, benarkah Powell simpatisan partainya Adolf Hitler yang fasis itu?

Seperti dilansir BBC, Kamis (11/6/2020) mantan kandidat parlemen Buruh Corrie Drew mengatakan Powell homofobik dan "seorang pendukung Hitler yang antusias".

Situs web Topple the Racists mengatakan Powell melakukan "kekejaman terhadap kaum Zulu (etnis di Afrika Selatan -red) dalam karier militernya".

Namun, beberapa sejarawan berpendapat bahwa tuduhan itu tidak adil atau sama sekali tidak berdasar.

Soal Nazi

Pada tahun 2010, file MI5 yang tidak lagi dirahasiakan (declassified) mengungkapkan bahwa Baden-Powell mengadakan pembicaraan pada tahun 1937 dengan kepala gerakan Pemuda milik Hitler dan diundang untuk bertemu dengan Hitler sendiri.

Penulis biografi Lord Baden-Powell, Tim Jeal, mengatakan kekaguman Baden-Powell terhadap pemimpin Nazi itu sebatas pada gagasan mereka tentang pendidikan anak laki-laki.

Penulis mengatakan ketika Baden-Powell menggambarkan manifesto otobiografi Hitler 'Mein Kampf' sebagai "buku luar biasa" telah disalahartikan.

"Itu semua berkaitan dengan kehidupan di alam bebas (outward bound life) - semua itu cuma terkait pelatihan karakter yang dia pikir menarik, jadi dia bukan tertarik pada ide kebencian Hitler terhadap orang Yahudi," kata Jeal.

"Baden-Powell mengutuk Hitler karena menjadi megalomaniak dan karena memasang apa yang disebutnya 'kontes besar untuk menghipnotis rakyatnya'," sambungnya.

NULLAdolf Hitler (Thinkstock)

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4