Ribut dengan Trump, Wali Kota Seattle: Kembali ke Bunker Anda!

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 12 Jun 2020 17:18 WIB
President Donald Trump walks past police in Lafayette Park after he visited outside St. Johns Church across from the White House Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Foto: Presiden AS Donald Trump diminta kembali ke bunker (AP Photo/Patrick Semansky)
Seattle -

Wali kota Seattle di negara bagian Washington, AS meminta Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali ke bunkernya. Hal ini dilontarkannya untuk merespons desakan Trump soal penanganan demonstran pendukung George Floyd di kota AS itu.

Kata 'bunker' itu merujuk pada pemberitaan saat Trump diamankan oleh agen Secret Service ke tempat aman di Gedung Putih, ketika para peserta demonstrasi menentang rasisme dan kebrutalan polisi yang dipicu oleh kematian George Floyd, mencapai kediaman presiden.

Seperti dilansir dari AFP, Jumat (12/6/2020) Trump memicu pertengkaran ketika ia mengancam untuk campur tangan di lingkungan di Seattle dijuluki "Zona Otonomi Capitol Hill," atau CHAZ, yang disepakati oleh para demonstran dan departemen kepolisian kota.

"Ambil kembali kota Anda SEKARANG. Jika Anda tidak melakukannya, saya akan melakukannya," Trump memperingatkan wali kota Jenny Durkan dan gubernur negara bagian Washington Jay Inslee - keduanya berasal dari partai Demokrat - dalam sebuah cuitan di Twitter pada Rabu (10/6) malam.

"Ini bukan permainan. Anarkis buruk ini harus tunduk (segera) SEGERA. PINDAHKAN CEPAT," lanjutnya dalam tweet lain.

Wali kota Jenny Durkan bereaksi. Dia mendesak Trump untuk "membuat kita semua aman. Kembali ke bunker Anda". Gubernur Inslee juga ikut dalam cuitan ini.

"Seorang pria yang benar-benar tidak mampu memerintah harus menjauh dari urusan negara bagian Washington. Berhentilah mencuit," tulis Inslee.

Para pejabat di Seattle telah membantah laporan bahwa para aktivis sayap kiri berada di belakang pembentukan zona otonom.

Selanjutnya
Halaman
1 2