Pembelaan Trump pada Polisi di Tengah Dorongan untuk Pembubaran

ADVERTISEMENT

Round-Up

Pembelaan Trump pada Polisi di Tengah Dorongan untuk Pembubaran

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 09 Jun 2020 22:09 WIB
President Donald Trump returns to the White House after visiting outside St. Johns Church, Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Foto: Presiden AS Donald Trump (AP Photo/Patrick Semansky)
Washington -

Usai insiden pembunuhan George Floyd oleh oknum polisi, muncul dorongan untuk membubarkan Kepolisian Minneapolis. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membela polisi dan menolak pembubaran kepolisian.

Mulanya, dorongan untuk membubarkan Kepolisian Minneapolis ini datang dari mayoritas anggota Dewan Kota Minneapolis, yang sembilan orang di antaranya turut menghadiri unjuk rasa memprotes kematian George Floyd.

Floyd (46) tewas usai lehernya ditindih dengan lutut seorang polisi Minneapolis saat dia ditangkap atas tuduhan memakai uang palsu di sebuah toko setempat pada 25 Mei lalu. Terkait kasus ini, empat polisi Minneapolis telah dipecat, ditangkap dan didakwa atas pembunuhan Floyd.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Senin (8/6/2020), Presiden Dewan Kota Minneapolis, Lisa Bender, merupakan salah satu yang ikut unjuk rasa di taman setempat pada Minggu (7/6) waktu setempat. Dalam unjuk rasa itu, dia dan 8 anggotanya berkomitmen 'untuk mengakhiri polisi yang kita kenal dan menciptakan ulang sistem yang benar-benar menjaga kita tetap aman'.

"Jelas bahwa sistem kepolisian kita tidak menjaga masyarakat tetap aman. Upaya kita untuk melakukan reformasi tambahan, telah gagal, titik," tegas Bender dalam unjuk rasa itu.

Dalam pernyataan kepada CNN, Bender menegaskan kembali komitmen tersebut. Dia bahkan menyebut bahwa 9 dari 13 anggota Dewan Kota Minneapolis memiliki hak veto mayoritas atas upaya tersebut.

"Kami berkomitmen untuk membubarkan kepolisian yang kita kenal di kota Minneapolis dan untuk membangunnya kembali dengan masyarakat kita, sebuah model baru untuk keselamatan publik yang benar-benar menjaga masyarakat tetap aman," tegas Bender kepada CNN.

Saat ini, Bender menyatakan dirinya dan anggotanya tengah mendengar pendapat dari konstituen. "Sekarang, departemen kepolisian kita tidak membuat masyarakat merasa aman," sebutnya.

"Dan komitmen kami adalah agar setiap anggota masyarakat mendapatkan keselamatan dan keamanan yang mereka perlukan," imbuh Bender, sembari menambahkan bahwa Dewan Kota akan bekerja bersama masyarakat dalam setahun ini untuk membangun sistem yang baru.

Namun, Trump menegaskan tidak akan ada pemangkasan anggaran maupun pembubaran departemen kepolisian yang akan terjadi. Trump mengklaim bahwa 99 persen polisi di AS merupakan 'orang-orang hebat'.

Seperti dilansir CNN, Selasa (9/6/2020), penegasan itu disampaikan Trump dalam pertemuan meja bundar dengan anggota otoritas penegak hukum di Gedung Putih pada Senin (8/6) waktu setempat. Dalam pertemuan itu, Trump memuji para pemimpin penegak hukum yang hadir.

Dia juga memuji rendahnya angka kriminalitas di AS untuk tahun ini. Trump bahkan menyebutnya sebagai 'tahun yang kuat untuk sedikit kejahatan'.

"Tidak akan ada pemangkasan anggaran, tidak akan ada perombakan polisi kita. Dan tidak akan ada pembubaran polisi kita, polisi kita telah membuat kita hidup dalam damai," tegas Trump dalam pernyataannya.

Lebih lanjut ditegaskan Trump bahwa dirinya ingin memastikan tidak ada 'aktor buruk', tapi dia merasa 99 persen polisi merupakan 'orang-orang hebat'.

"Terkadang Anda akan melihat beberapa hal mengerikan seperti yang kita saksikan baru-baru ini, tapi 99, saya katakan 99,9, tapi mari kita sebut 99,9 persen dari mereka merupakan orang-orang hebat dan mereka melakukan pekerjaan yang mencetak rekor," sebut Trump.

Trump menolak untuk menjawab pertanyaan dari wartawan soal respons pemerintahannya terhadap aksi protes yang berlanjut pada Senin (8/6) waktu setempat. Aksi memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi usai kematian pria kulit hitam bernama George Floyd, masih berlanjut. Dalam aksi terbaru, para demonstran menyerukan defunding atau pemangkasan dana untuk kepolisian dan pembubaran kepolisian.

(rdp/rdp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT