Italia Kembali Izinkan Turis Eropa Masuk Usai Lockdown 3 Bulan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 15:35 WIB
Italia membuka pariwisatanya kembali (AFP Photo)
Foto: Italia membuka pariwisatanya kembali (AFP Photo)

Swiss telah memperingatkan warganya bahwa jika mereka pergi ke Italia, mereka akan dikenakan "tindakan kesehatan" pada saat mereka kembali. Negara itu akan membuka perbatasannya dengan Jerman, Prancis, dan Austria pada 15 Juni, tetapi tidak dengan Italia.

Austria mencabut pembatasan pada pertengahan Juni dengan Jerman, Swiss, Republik Ceko, Slovakia dan Hongaria - tetapi sekali lagi, bukan Italia, yang digambarkan pekan lalu oleh Menteri Kesehatan Wina sebagai "masih hotspot".

Negara-negara lain, seperti Belgia dan Inggris, masih menyarankan, atau melarang, semua perjalanan tidak penting ke luar negeri.

Menanggapi anggapan sentimen anti-Italia, Menteri Luar Negeri Luigi Di Maio telah memperingatkan negara-negara untuk tidak memperlakukan Italia "seperti penderita kusta".

Dia mengatakan dirinya akan pergi ke Jerman, Slovenia, dan Yunani untuk meyakinkan mereka bahwa Italia aman bagi wisatawan asing.

Para turis Eropa yang tiba di di Italia tidak akan diminta untuk mengisolasi diri, kecuali mereka baru saja bepergian dari benua lain.

Lockdown untuk mencegah penyebaran virus Corona di Italia memiliki efek yang sangat merusak pada sektor pariwisata, yang jumlahnya mencapai sekitar 13 persen dari produk domestik bruto. Situs-situs bersejarah ditutup, restoran ditutup, dan hotel-hotel digunakan untuk merawat pasien Corona.

Badan pariwisata nasional Italia (ENIT) mengatakan sekitar 40 persen orang Italia biasanya bepergian ke luar negeri untuk liburan mereka, tetapi tahun ini dapat dipaksa untuk berlibur di negeri sendiri, guna membantu bisnis pariwisata lokal.

Italia adalah negara Eropa pertama yang terkena dampak virus Corona dan secara resmi melaporkan lebih dari 33.000 kematian akibat Corona.

Italia memberlakukan lockdown yang melumpuhkan sektor ekonomi pada awal Maret dan sejak itu jumlah penularan virus Corona menurun secara dramatis.

Tetapi Italia masih melaporkan lusinan kasus baru Corona dalam sehari, terutama di wilayah Lombardy utara, dan para ahli memperingatkan pemerintah mungkin terburu-buru dalam mengizinkan perjalanan antar daerah dan luar negeri.

Halaman

(rdp/ita)