Trump Berfoto di Gereja Sambil Pegang Alkitab, Pemuka Agama AS Marah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 09:07 WIB
President Donald Trump holds a Bible as he visits outside St. Johns Church across Lafayette Park from the White House Monday, June 1, 2020, in Washington. Part of the church was set on fire during protests on Sunday night. (AP Photo/Patrick Semansky)
Foto: AP Photo/Patrick Semansky
Washington -

Para pemuka agama Kristen di Amerika Serikat mengungkapkan kemarahan mereka terhadap Presiden AS Donald Trump yang berfoto di depan sebuah gereja di Washington dengan memegang sebuah Alkitab. Terlebih sesi foto tersebut dilakukan setelah aparat menembakkan gas air mata untuk membubarkan para demonstran damai kasus George Floyd di daerah sekitar.

"Itu traumatis dan sangat ofensif, dalam arti bahwa sesuatu yang sakral disalahgunakan untuk isyarat politik," cetus Uskup Episkopal Washington Mariann Budde di stasiun radio publik NPR, seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (3/6/2020).

Budde mengatakan bahwa Trump yang para pendukungnya termasuk banyak orang Kristen evangelis itu, menggunakan "kekuatan simbolis kitab suci kita, memegangnya di tangannya seolah-olah itu adalah pembenaran posisi dan otoritasnya."

Gereja Episkopal St John terletak di seberang Lafayette Park, yang menghadap Gedung Putih dan telah menjadi pusat aksi protes di Washington sejak beberapa hari ini.

Gereja bersejarah itu dirusak dengan coretan dan rusak dalam kebakaran selama aksi demonstrasi pada Minggu (31/5) malam waktu setempat.

Pada hari Senin (1/6), para pengunjuk rasa berdemonstrasi di sana dengan damai ketika aparat penegak hukum termasuk polisi militer menggunakan gas air mata untuk membubarkan mereka -- membuka jalan bagi Trump untuk berjalan kaki dari Gedung Putih ke gereja tersebut untuk foto-foto.

Simak video 'Wali Kota Washington DC Minta Trump Setop Kritik 'Pecah Belah'':

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2