Buntut Demo Kematian George Floyd Ricuh, 150 Orang Ditangkap di Minneapolis

M Ilman Nafi'an - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:16 WIB
Sebuah truk tangki menerobos kerumunan pengunjuk rasa yang memprotes kematian George Floyd di Minneapolis. Saat ini pengemudi truk telah diamankan polisi.
Foto: AP Photo
Jakarta -

Aksi unjuk rasa memprotes kematian warga kulit hitam, George Floyd terus berlangsung hingga Minggu (31/5) malam, bahkan di beberapa wilayah lain disebutkan aksi protes berlangsung hingga Senin (1/6) dini hari. Namun, unjuk rasa yang menuntut keadilan itu berujung ricuh dan penjarahan di toko-toko.

Hingga Minggu malam, polisi telah menangkap 150 orang yang melakukan aksi unjuk rasa di Minneapolis, Amerika Serikat. Mereka ditangkap Karena diduga sudah melakukan aksi kriminal yang menimbulkan kerusuhan.

"Terdapat 150 orang yang telah ditangkap Minggu malam ini," tulis siaran pers KJRI Chicago yang diterima detikom, Senin (1/6/2020).

Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan sejak Selasa Dalam aksi unjuk rasa pada Minggu (31/5) itu, masa sempat memblokir jalan tol. Pada Minggu sore, situasi sempat memanas karena ada satu truk trailer yang melaju kencang mencoba menerobos jalan yang diblok massa. Beruntung, tak ada korban dalam peristiwa itu.

Dalam siaran pers itu, kawasan Midwest yang menjadi wilayah kerja KJRI Chicago kini diberlakukan jam malam hingga Senin 1 Juni 2020. Kota-kota yang memberlakukan jam malam itu ada illionis, Indiana, Minnesota, MIssouri, Cincinnati, Cleveland, Columbus, Dayton, Toledo (Ohio) dan Milwaukee dan Madison (Wisconsin).

Seperti diketahui, aksi protes itu bermula dari tewasnya Floyd ketika hendak ditangkap oleh empat polisi. menjatuhkan Floyd di tanah, lalu polisi lain menekukkan lutut ke leher Floyd sampai dia merasa kesakitan. Kemudian, Floyd dinyatakan meninggal di rumah sakit.

Pada Selasa, (26/5) protes oleh masyarakat pertama kali dilakukan. Personel kepolisian setempat menembakkan peluru karet dan gas air mata ke arah ribuan demonstran yang marah dengan kematian pria keturunan Afrika-Amerika itu di tangan penegak hukum AS.

Keempat polisi itu telah dipecat, setelah jaksa meminta FBI untuk membantu menyelidiki kasus ini, yang bisa melibatkan pelanggaran hak sipil federal. Namun, demonstrasi tidak mereda dan semakin memanas.

Dukung Demo Kematian George Floyd, Polisi di New York Berlutut:

(zlf/zlf)