Cegah Corona, 15 Ribu Pengungsi Rohingya Dikarantina di Kamp Bangladesh

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Mei 2020 10:16 WIB
Laporan infeksi virus corona pertama dilaporkan penghuni kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh pada Kamis (14/5). WHO kini menelusuri awal penularan.
Ilustrasi (AP PHOTO)
Dhaka -

Sedikitnya 15 ribu pengungsi Rohingya tengah menjalani karantina virus Corona (COVID-19) di kamp-kamp pengungsian Bangladesh. Karantina dilakukan saat total kasus positif virus Corona di kalangan pengungsi Rohingya bertambah menjadi 29 kasus.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/5/2020), kasus pertama di kamp-kamp pengungsian Rohingya yang ada di kawasan Cox's Bazar, Bangladesh terdeteksi pada pertengahan Mei lalu. Kasus virus Corona muncul di kamp ini setelah otoritas Bangladesh membatasi pergerakan di area tersebut sejak April.

"Tidak ada kasus yang kritis. Kebanyakan tidak menunjukkan gejala apapun. Namun kami masih membawa mereka ke pusat-pusat isolasi dan mengkarantina keluarga mereka," tutur seorang pejabat kesehatan senior di wilayah Cox's Bazar, Toha Bhuiyan, kepada AFP.

Disebutkan Bhuiyan bahwa tiga ruas jalan sempit menuju tiga distrik kamp -- yang menjadi lokasi terdeteksinya sebagian besar kasus -- telah diblokir oleh otoritas setempat. Sedikitnya 15 ribu pengungsi Rohingya yang ada di dalam kamp itu dibatasi pergerakannya untuk sementara waktu.

Kekhawatiran meluasnya penyebaran virus Corona di kamp pengungsi Rohingya semakin meningkat saat para relawan kemanusiaan yang aktif di kamp-kamp ini bekerja tanpa memakai pelindung diri yang memadai. Dua area yang diisolasi berada di kompleks kamp Kutupalong, yang dihuni 600 ribu pengungsi Rohingya.

"Kami berupaya meningkatkan skala tes secepat mungkin untuk memastikan kita bisa melacak seluruh orang yang terinfeksi dan kontak mereka," sebut Bhuiyan.

Selanjutnya
Halaman
1 2