Terpapar Corona, PM Malaysia Jalani Karantina Mandiri Selama 14 Hari

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 23 Mei 2020 11:07 WIB
In this photo released by Malaysias Department of Information, Malaysias Prime Minister Muhyiddin Yassin, right, wearing a face mask along with his cabinet members attend the opening ceremony of the third term of the 14th parliamentary session at parliament house in Kuala Lumpur Monday, May 18, 2020.  Malaysias parliament held an unusual half-day sitting Monday, that was kept short due to the COVID-19 pandemic and saw Prime Minister Muhyiddin Yassin dodge a vote of no-confidence against him over two months since he came into power. (Nazri Rapai/Malaysias Department of Information via AP)
PM Malaysia Muhyiddin Yassin (paling kanan) memakai masker saat menghadiri sidang parlemen beberapa waktu lalu (Nazri Rapai/Malaysia's Department of Information via AP)
Kuala Lumpur -

Perdana Menteri (PM) Malaysia, Muhyiddin Yassin, menjalani pemeriksaan dan dinyatakan negatif virus Corona (COVID-19) setelah salah satu pegawai yang turut menghadiri rapat yang dipimpinnya dinyatakan positif terinfeksi. Namun demikian, PM Muhyiddin akan tetap menjalani karantina mandiri selama 14 hari.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Sabtu (23/5/2020), identitas pegawai yang positif virus Corona itu tidak diungkap ke publik. Disebutkan bahwa pegawai itu menghadiri rapat kabinet yang dipimpin PM Muhyiddin di kantor PM Malaysia (PMO) pada Rabu (20/5) waktu setempat.

Pada Jumat (22/5) pagi waktu setempat, PM Muhyiddin telah menjalani tes Corona dan hasilnya dinyatakan negatif.

"Namun demikian, menurut Perintah Pengawasan dan Pengamatan untuk Kontak COVID-19 (pasal 15 ayat 1 UU 342), Perdana Menteri harus menjalani karantina mandiri di kediamannya selama 14 hari mulai Jumat (22/5) malam," demikian pernyataan PMO.

Disebutkan juga bahwa semua pejabat dan pegawai yang hadir dalam rapat yang sama juga diminta melakukan pemeriksaan dan menjalani karantina mandiri selama dua pekan. Beberapa pejabat yang hadir antara lain Kepala Sekretaris Pemerintah Malaysia, Mohd Zuki Ali dan Ketua Komisi Antikorupsi Malaysia, Azam Baki.

"Seperti ditekankan, bahwa setiap rapat yang digelar di PMO telah mempraktikkan social distancing dan protokol kesehatan yang ketat sepanjang waktu," demikian sebut PMO dalam pernyataannya.

Otoritas Malaysia sejauh ini mengonfirmasi total 7.137 kasus virus Corona di wilayahnya, dengan 115 kematian. Dari angka itu, sebanyak 5.859 pasien telah dinyatakan sembuh dari virus Corona. Ini berarti angka kesembuhan di Malaysia mencapai 82,1 persen dari total kasus positif.

Disebut Terburuk, Ini Kurva Corona Indonesia Dibanding Negara ASEAN:

(nvc/idh)