Paus Fransiskus Serukan Vaksin Corona Harus Tersedia untuk Seluruh Dunia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 12:50 WIB
Neraka ada atau tidak ada? Apa yang sesungguhnya dikatakan Paus Fransiskus?
Paus Fransiskus (BBC World)
Vatican City -

Paus Fransiskus menyerukan kerja sama sains internasional untuk menemukan vaksin bagi virus Corona (COVID-19). Paus Fransiskus juga menyerukan bahwa setiap vaksin yang sukses harus disediakan untuk seluruh dunia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (4/5/2020), Paus Fransiskus menyampaikan khotbahnya pada Minggu (3/5) waktu setempat dari perpustakaan Paus, bukan dari Alun-alun St Peter's, karena lockdown yang masih diberlakukan di Italia.

Dalam khotbahnya, Paus Fransiskus berterima kasih kepada semua orang di dunia yang telah memberikan layanan esensial. Lebih lanjut, dia mendorong kerja sama internasional untuk mengatasi krisis yang dipicu pandemi virus Corona di dunia dan bersama-sama memerangi virus yang merajalela ini.

Sejauh ini, virus Corona telah menginfeksi nyaris 3,5 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 240 ribu orang secara global.

"Faktanya, sangat penting untuk menyatukan kemampuan ilmiah, dalam cara yang transparan dan tidak memihak untuk menemukan vaksin dan perawatan," ujar Paus Fransiskus.

Ditegaskan Paus Fransiskus bahwa juga penting untuk 'menjamin akses universal untuk teknologi penting yang memampukan setiap orang yang terinfeksi, di setiap belahan dunia, untuk menerima perawatan medis yang diperlukan'.

Lembaga Riset Indonesia Mulai Buat Vaksin Covid-19:

Pada April, para pemimpin dunia berjanji untuk mempercepat pengembangan tes, obat dan vaksin untuk virus Corona dan berjanji untuk menyalurkan vaksin itu ke seluruh dunia. Namun Amerika Serikat (AS) tidak ikut serta dalam peluncuran inisiatif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Presiden AS Donald Trump menyebut WHO lamban bereaksi terhadap wabah virus Corona dan menjadi 'China-sentris'. Sebagai konsekuensinya, AS menghentikan pendanaan untuk WHO.

Sejumlah perusahaan farmasi di dunia telah mulai mengembangkan beberapa tes untuk mengidentifikasi antibodi yang terbentuk setelah seseorang terkena virus Corona.

Menurut seorang pejabat senior AS, pemerintahan Trump berencana mempercepat pengembangan vaksin untuk virus Corona dengan tujuan mendapatkan 100 juta dosis yang siap pada akhir tahun 2020. Namun sebagian besar pakar menyebut uji coba klinis untuk menjamin vaksin aman dan efektif paling tidak membutuhkan waktu minimum 12-18 bulan.

Pada Minggu (3/5) waktu setempat, Paus Fransiskus juga mendukung sebuah proposal oleh sebuah kelompok lintas agama bernama Komisi Tinggi untuk Persaudaraan Manusia bagi digelarnya hari internasional untuk berdoa dan berpuasa pada 14 Mei untuk meminta Tuhan membantu manusia mengatasi pandemi.

(nvc/ita)