Tak Ada Kasus Baru Corona di Selandia Baru, Pertama Kali Sejak Maret

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 04 Mei 2020 11:31 WIB
New Zealand memberlakukan penurunan status bencana COVID-19 menjadi Alert Level 3 pada Selasa 28 April. Para pemilik toko pun diizinkan untuk membuka tempat usahanya.
Foto: Toko-toko di Selandia Baru mulai buka kembali usai lockdown (Getty Images/Fiona Goodall)
Wellington -

Selandia Baru untuk pertama kalinya sejak 16 Maret mencatatkan laporan nihil kasus Corona (COVID-19) baru. Catatan ini dilaporkan pada Senin (4/5), kurang dari seminggu usai negara Pasifik itu mengakhiri lockdown.

Seperti dilansir Reuters Senin (4/5/2020) Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield mengatakan bahwa hasil ini dicapai berkat upaya semua orang. Tercatat jumlah kematian tetap pada angka 20 kematian tanpa tambahan kematian pasien Corona.

"Ini adalah simbol dari upaya yang dilakukan semua orang," kata Bloomfield kepada wartawan dalam konferensi persnya.

"Ini adalah hari pertama kita tidak memiliki kasus baru dan kita ingin tetap seperti itu," sambungnya.

Kendati demikian, Bloomfield memperingatkan bahwa warga harus melanjutkan langkah-langkah menjaga jarak sosial untuk memastikan wabah COVID-19 tidak kembali.

"Jelas ini adalah angka yang menggembirakan hari ini, tetapi ini hanya satu saat," kata Bloomfield.

Dia menjelaskan bahwa ujian sebenarnya adalah akhir minggu ini, yakni ketika sesuai dengan perhitungan masa inkubasi.

"Ujian sebenarnya adalah akhir minggu ini ketika kita memperhitungkan masa inkubasi virus dan waktu yang dibutuhkan orang untuk menunjukkan gejala yang umumnya lima sampai enam hari setelah paparan," ungkapnya.

Disebut Mampu Bunuh Corona, Berikut Penjelasan Soal Manfaat Berjemur:

Dia mengatakan bahwa saat ini jumlah total kasus Corona yang dikonfirmasi di Selandia adalah 1.137 kasus.

Sebelumnya pada Selasa (28/4) lalu, Selandia Baru mengakhiri aturan pembatasan ketat yang telah menutup kantor, sekolah, mal, restoran, taman bermain dan semua area publik lainnya selama lebih dari sebulan.

Namun, beberapa pembatasan sosial tetap berlaku bagi jutaan warga Selandia Baru yang masih bekerja dan belajar dari rumah. Meskipun beberapa kegiatan ekonomi diizinkan untuk dilanjutkan.

(rdp/ita)