Cerita Sedih Para Lansia Prancis Diisolasi di Panti Jompo: Kami Dipenjara

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 17:12 WIB
Seorang lansia, Marguerite Mouille (94), di Panti Jompo Kaisesberg, Timur Perancis saat dikunjungi oleh anaknya.
Foto: Seorang lansia, Marguerite Mouille (94), di Panti Jompo Kaisesberg, Timur Perancis saat dikunjungi oleh anaknya 21 April 2020. (AP)

Sementara itu, hal serupa juga diungkapkan oleh Christopher Cronenberger. Dia merasa senang usai melihat ibunya yang berusia 87 tahun, Germaine. Meskipun mereka harus mengobrol dengan meja lebar dan dibatasi pita plastik merah putih.

"Aku tahu betapa pentingnya hal itu baginya," ujar Christopher Cronenberger.

Dia menceritakan, bahwa dia masih menelepon ibunya setiap hari. Namun, pertemuan kontak visual baginya jauh lebih melegakan.

"Kami memang punya telepon dan ibuku masih jernih (pikirannya). Kami berbicara melalui telepon setiap hari. Saya tahu segalanya baik-baik saja tetapi kontak visual lebih baik," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron telah memperhatikan kondisi ini. Pada bulan Maret, dia mengimbau untuk menutup rumah-rumah, memohon agar orang-orang berhenti mengunjungi kerabat mereka yang sudah tua, sebelum dia memberlakukan lockdown Prancis sejak 17 Maret.

Minggu ini, Macron me-retweet wawancara dengan seorang warga panti jompo yang berusia 96 tahun, Jeanne Pault, yang memilukan untuk ditonton. Wanita itu bersedih hingga meneteskan air mata karena terjebak di kamarnya, kehilangan kunjungan harian yang biasa ia dapatkan dari suami dan keluarganya.

"Aku terkunci di sini sepanjang hari. Itu bukan kehidupan. Tetangga saya tidak terkena virus. Aku juga tidak. Kami bisa saling bertemu dari waktu ke waktu, mengobrol sedikit," ujarnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3