Sehari 2.228 Nyawa Melayang karena Corona di AS, Total 25 Ribu Meninggal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 15 Apr 2020 10:18 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MARCH 22:  A view of sticker on a street lamp post reading Who will survive in America? as the coronavirus continues to spread across the United States on March 22, 2020 in New York City. The World Health Organization declared coronavirus (COVID-19) a global pandemic on March 11th.  (Photo by Cindy Ord/Getty Images)
Foto: Getty Images/Cindy Ord
Washington -

Virus Corona di Amerika Serikat terus menelan ribuan nyawa dalam sehari.

Sebanyak 2.228 kematian terkait virus Corona dilaporkan di AS dalam waktu 24 jam terakhir. Demikian menurut data penghitungan harian yang dirilis Johns Hopkins University seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (15/4/2020).

Angka kematian harian tersebut menunjukkan kenaikan tajam setelah sempat mengalami penurunan selama dua hari terakhir. Angka harian terbaru ini melampaui rekor jumlah kematian sebanyak 2.108 jiwa pada 10 April lalu.

Menurut data Johns Hopkins University, hingga Selasa (14/4) malam waktu setempat, pandemi virus Corona telah merenggut setidaknya 25.757 nyawa di AS, tertinggi di seluruh dunia.

Adapun total kasus virus Corona di AS sejauh ini dilaporkan melebihi 608 ribu kasus, dengan negara bagian New York menjadi pusat wabah. AS juga menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi Corona terbanyak di dunia.

Namun meski jumlah kasus dan kematian terus bertambah, Presiden Donald Trump pada Selasa (14/4) mengumumkan bahwa sebagian wilayah AS bisa mencabut pembatasan-pembatasan terkait virus Corona dalam waktu dekat.

Trump mengatakan bahwa dirinya bisa melihat "sinar cahaya" di cakrawala untuk perekonomian terbesar di dunia tersebut.

Dalam 24 Jam, 2.108 Orang Meninggal di AS karena Corona:

(ita/ita)