International Updates

WHO Balas Kritikan Trump, Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 19:35 WIB
Kota Praha dan Brno di Republik Ceko
Foto: CNN
Jakarta -

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menanggapi kritikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penanganan wabah virus Corona.

Tedros menyerukan persatuan dan menghentikan politisasi krisis kesehatan global. Bahkan secara khusus dia menyerukan AS dan China untuk menunjukkan "kepemimpinan yang jujur".

Mantan menteri luar negeri Ethiopia itu mengatakan, badan yang dipimpinnya akan melakukan penilaian seperti biasanya usai pandemi COVID-19 dan menarik pelajaran dari kekuatan dan kelemahannya. "Kami juga membuat kesalahan seperti umat manusia lainnya," tuturnya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (9/4/2020):

- Ceko Telah Lewati Masa Terburuk Wabah Corona, Siap Kembali Hidup Normal

Republik Ceko telah melewati masa terburuk dari wabah virus Corona (COVID-19). Kini, Ceko mulai bangkit kembali usai berhasil menghentikan dan mengendalikan penyebaran COVID-19.

Seperti dilansir AFP, Kamis (8/4/2020) Menteri Kesehatan Adam Vojtech mengatakan bahwa Ceko tengah bersiap untuk memulai kehidupan normal kembali. Proses tersebut dilakukan secara bertahap.

"Kita bisa bersiap untuk secara bertahap kembali ke kehidupan normal," kata Menteri Adam Vojtech kepada wartawan.

- Disinggung Trump Soal Lemahnya Penanganan Virus Corona, Ini Kata Swedia

Pemerintah Swedia menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kebijakannya dalam mengendalikan penyebaran virus Corona terlalu lunak. Trump juga menyebut Swedia sangat menderita.

Saat briefing Gedung Putih, seorang wartawan menanyakan Trump saran apa yang ingin disampaikannya kepada para pemimpin negara yang skeptis soal langkah-langkah social distancing. Trump pun menjawab: "Tidak terlalu banyak yang seperti itu... Mereka bicara tentang Swedia, namun Swedia sangat menderita."

Swedia hingga kini tidak menerapkan penguncian (lockdown) untuk menekan penyebaran virus Corona, seperti yang banyak dilakukan negara-negara Eropa lainnya.

- Derita Kaum Miskin India Saat Lockdown Virus Corona

Kebijakan lockdown(penguncian wilayah) pemerintahan India untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) menyisakan cerita getir. Banyak warga miskin yang harus menanggung derita lantaran menganggur saat wabah Corona.

Seperti dilansir AFP, Kamis (9/4/2020), salah satu warga India yang harus menanggung derita akibat lockdown itu adalah Sailesh Kumar. Sehari-hari Kumar adalah seorang penarik becak. Namun, karena kebijakan lockdown, dia harus rela membiarkan becaknya menganggur di luar gubuk rumahnya.

Keluarga Kumar beranggotakan enam orang. Mereka semua terjebak di rumah kumuh di kawasan luar New Delhi, tanpa menghasilkan apa-apa dan sangat menantikan uang yang dijanjikan oleh pemerintah.

- Tanggapi Kritikan Trump, WHO: yang Paling Kuat Seharusnya Memimpin

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menanggapi kritikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penanganan wabah virus Corona.

Tedros menyerukan persatuan dan menghentikan politisasi krisis kesehatan global. Bahkan secara khusus dia menyerukan AS dan China untuk menunjukkan "kepemimpinan yang jujur".

Mantan menteri luar negeri Ethiopia itu mengatakan, badan yang dipimpinnya akan melakukan penilaian seperti biasanya usai pandemi COVID-19 dan menarik pelajaran dari kekuatan dan kelemahannya. "Kami juga membuat kesalahan seperti umat manusia lainnya," tuturnya seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (9/4/2020).

- India Lockdown Corona, Ratusan Monyet dan Gajah Rajai Jalanan

Ratusan ekor monyet menguasai jalanan sekitar Istana Kepresidenan India saat lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona (COVID-19) masih berlangsung. Di wilayah lainnya, sejumlah hewan mulai dari anjing liar, sapi hingga merak dan gajah sempat berkeliaran bebas di jalanan.

Seperti dilansir AFP, Kamis (9/4/2020), dengan absennya puluhan ribu mobil di negara dengan 1.3 miliar jiwa penduduk ini, hewan-hewan peliharaan yang telantar dan satwa liar mendatangi habitat manusia. Di kota Mumbai, beberapa ekor merak tampak bertengger di atas mobil-mobil yang terparkir.

Di ibu kota New Delhi, sejumlah besar monyet dengan santai memasuki kompleks Istana Kepresidenan Rashtrapati Bhawan. Beberapa ekor tampak berlari cepat melewati penjaga militer dan masuk ke dalam kompleks kementerian serta gedung-gedung pemerintahan.

"Mereka mencuri lebih banyak lagi, tapi belum mengancam manusia," tutur salah satu petugas yang berjaga di gerbang Istana Kepresidenan.

(ita/ita)