Banyak Kasus Impor Corona, Kota Perbatasan China-Rusia Terapkan Lockdown

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 16:39 WIB
Wabah virus corona telah ditetapkan oleh WHO sebagai darurat global. Para ilmuwan di berbagai negara di dunia berlomba-lomba mengembangkan vaksin dari virus itu
Ilustrasi (AP PHOTO)
Beijing -

Sebuah kota berpenduduk 70 ribu jiwa yang terletak di perbatasan utara China dengan Rusia memberlakukan lockdown mulai pekan ini untuk menangkal penyebaran virus Corona (COVID-19). Kasus-kasus impor atau dari luar negeri banyak dilaporkan muncul di kota perbatasan bernama Suifenhe ini.

Pemberlakuan lockdown terhadap kota Suifenhe terjadi saat kota Wuhan -- titik nol pandemi virus Corona -- mulai kembali normal usai pembatasan dan larangan perjalanan dicabut. Pekan ini, pemerintah kota Suifenhe mengumumkan pembatasan pergerakan terhadap warganya, langkah yang pernah diberlakukan di Wuhan.

Seperti dilaporkan media nasional China, CCTV, Kamis (9/4/2020), pemerintah kota Suifenhe mengumumkan pada Rabu (8/4) waktu setempat bahwa seluruh warga diharuskan tetap di rumah, sementara pintu gerbang kompleks dan permukiman warga akan dijaga ketat.

Setiap warga hanya diizinkan mengirimkan satu orang per rumah untuk berbelanja kebutuhan pokok setiap tiga hari sekali. Tidak hanya itu, setiap warga yang keluar rumah harus mematuhi pemindaian kode QR, melakukan pemeriksaan dan pemeriksaan suhu tubuh, serta memakai masker.

Secara terpisah, laporan Xinhua News Agency menyebut pelabuhan Suifenhe juga menutup jalur pemeriksaan penumpang dan memperketat jalur pemeriksaan kapal barang. Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Suifenhe, Wang Yongping, menegaskan agar setiap orang yang masuk perlintasan perbatasan di kota itu wajib menjalani pemeriksaan nucleic acid dan dikarantina di fasilitas-fasilitas yang telah ditetapkan.

Otoritas kota Suifenhe juga akan membangun sebuah rumah sakit (RS) sementara untuk mengantisipasi aliran kasus impor di wilayahnya. Pembangunan RS sementara ini melibatkan pengalihfungsian sebuah gedung perkantoran menjadi rumah sakit darurat. Proses ini akan selesai pada 11 April mendatang. RS sementara akan dilengkapi lebih dari 600 tempat tidur dan 400 staf medis akan bertugas di sana.

Demi Jaga Pasokan, Pemerintah Bebaskan Impor Bawang Putih:

Selanjutnya
Halaman
1 2