China Kirim 1.000 Ventilator ke New York yang Kewalahan Hadapi Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 10:45 WIB
Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 800 kematian dalam sehari akibat covid-19. New York jadi kota dengan jumlah penderita corona paling banyak.
Ilustrasi -- Petugas medis di New York, AS (AP/John Minchillo)
New York -

Kota New York (New York City) menjadi pusat penyebaran virus Corona (COVID-19) di Amerika Serikat (AS), dengan para petugas medis menyebut situasinya mirip 'medan perang'. Bantuan 1.000 ventilator pun dikirimkan oleh otoritas China langsung ke wilayah New York.

"Kita sekarang ada di mode triase utama. Situasi medan perang," ujar Wakil Presiden serikat Biro Layanan Medis Darurat pada Dinas Pemadam Kebakaran New York (FDNY EMS), Michael Greco, seperti dilansir CNN, Senin (6/4/2020).

"Kita ada pada mode perang," tegasnya.

Hingga kini, total 67.551 kasus virus Corona terkonfirmasi di wilayah New York City dengan 3.048 orang meninggal. Sementara di negara bagian New York dilaporkan ada 122.031 kasus dengan 4.159 orang meninggal.

Secara keseluruhan, jumlah total kasus virus Corona di AS kini melebihi 337 ribu kasus, dengan lebih dari 9.600 orang meninggal dunia.

Dengan jumlah kasus terbanyak di wilayah AS, New York mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah China. Gubernur New York, Andrew Cuomo, menyatakan bahwa donasi 1.000 ventilator dari China dijadwalkan tiba di Bandara JFK pada Minggu (5/4) waktu setempat.

"Ini adalah hal yang besar dan akan membuat perbedaan signifikan bagi kita," demikian pernyataan Cuomo via Twitter.

Diketahui bahwa New York diperkirakan akan kekurangan ventilator dalam beberapa hari ke depan. Pada Jumat (3/4) lalu, Cuomo menandatangani perintah eksekutif yang memampukan pemerintah negara bagian meminta ventilator dan alat pelindung diri (APD) dari institusi-institusi yang tidak membutuhkannya.

Polisi London Bubarkan Warga yang Berjemur di Taman:

(nvc/ita)