3.160 Tewas, Presiden Iran Ingatkan Krisis Corona Bisa Sampai Tahun Depan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Apr 2020 10:40 WIB
FILE - In this Dec. 20, 2019, file photo, Iranian President Hassan Rouhani attends a meeting with Japanese Prime Minister Shinzo Abe during a meeting at the prime ministers office in Tokyo.  Iran on Saturday, Jan. 11, 2020, acknowledged that its armed forces “unintentionally” shot down the Ukrainian jetliner that crashed earlier this week, killing all 176 aboard, after the government had repeatedly denied Western accusations that it was responsible. (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Hassan Rouhani (Charly Triballeau/Pool Photo via AP, File)
Teheran -

Presiden Iran, Hassan Rouhani, memperingatkan bahwa perjuangan memerangi virus Corona (COVID-19) bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan hingga tahun depan. Peringatan ini disampaikan saat otoritas Iran melaporkan 124 kematian akibat virus Corona dalam sehari.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/4/2020), juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, mengumumkan 124 kematian baru dalam sehari, yang menjadikan jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di Iran mencapai 3.160 orang.

Dalam pengumumannya, Jahanpour juga menyebut adanya 3.111 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total 50.468 kasus virus Corona kini terkonfirmasi di Iran.

Diumumkan juga oleh Jahanpour bahwa sejauh ini sudah 16.711 pasien virus Corona yang dinyatakan sembuh di Iran.

Iran berjuang mengatasi pandemi virus Corona sejak kasus pertama dilaporkan pada 19 Februari lalu. Setelah berminggu-minggu menahan sikap untuk tidak memberlakukan lockdown atau langkah karantina wajib, otoritas Iran pekan lalu memutuskan melarang seluruh perjalanan antarkota hingga 8 April mendatang.

Hingga kini, tidak ada lockdown secara resmi yang diberlakukan di kota-kota Iran. Meskipun pemerintah Iran berulang kali mengimbau warganya untuk tetap di rumah demi membatasi penyebaran virus Corona.

Jubir Parlemen Iran Positif Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2