Filipina Lockdown, Duterte: Pembuat Onar Akan Ditembak Mati

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Apr 2020 11:52 WIB
In this March 30, 2020, photo provided by the Malacanang Presidential Photographers Division, Philippine President Rodrigo Duterte smiles as he addresses the nation during a live broadcast in Malacanang, Manila, Philippines. Duterte is on quarantine for more than a week after meeting with officials who have been exposed to people infected with the coronavirus. The new coronavirus causes mild or moderate symptoms for most people, but for some, especially older adults and people with existing health problems, it can cause more severe illness or death. (King Rodriguez, Malacanang Presidential Photographers Division via AP)
Rodrigo Duterte (King Rodriguez, Malacanang Presidential Photographers Division via AP)

Duterte juga menyatakan bahwa dirinya akan meminta kepolisian untuk menghukum orang-orang yang menyerang para dokter dan tenaga medis saat pandemi virus Corona merajalela. Duterte mengaku tidak segan untuk meminta polisi menghukum para pelaku penyerangan dengan zat kimia beracun. Dia bahkan mencetuskan untuk menuangkan zat beracun ke para pelaku atau memaksa mereka meminumnya.

Disebutkan juga oleh Duterte bahwa orang-orang yang membuat masalah atau melanggar aturan lockdown, akan kelaparan di dalam penjara.

Duterte menambahkan bahwa pandemi virus Corona di Filipina semakin buruk. Sejauh ini sudah 2.311 kasus virus Corona yang terkonfirmasi di Filipina. Jumlah korban meninggal mencapai 96 orang. Jumlah kasus di Filipina diperkirakan akan bertambah karena ada lebih banyak alat tes virus Corona yang tiba di negara ini dan lebih banyak laboratorium yang beroperasi.


(nvc/ita)