Dulu Meremehkan, Trump Kini Akui Virus Corona Lebih Ganas dari Flu Biasa

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 11:36 WIB
WASHINGTON, DC - MARCH 31: U.S. President Donald Trump participates in the daily coronavirus task force briefing in the Brady Briefing room at the White House on March 31, 2020 in Washington, DC. The top government scientists battling the coronavirus estimated on Tuesday that the virus could kill between 100,000 and 240,000 Americans. Trump warned that there will be a Very, very painful two weeks ahead as the nation continues to grapple with the outbreak of the COVID-19 virus.   Win McNamee/Getty Images/AFP
Donald Trump (Win McNamee/Getty Images/AFP)

Dua hari setelah komentar Trump tersebut, seperti dilansir CNN, Dr Anthony Fauci selaku Direktur Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, memperingatkan bahwa virus Corona '10 kali lebih mematikan dari flu musiman'.

Pekan ini, satuan tugas virus Corona AS memperingatkan bahwa warga AS harus 'bersiap' menghadapi lebih dari 100 ribu kematian akibat virus Corona. Jumlah korban meninggal bisa melebihi angka itu bahkan setelah langkah social distancing diberlakukan.

Pada Selasa (31/3) waktu setempat, Trump menuturkan bahwa tanpa social distancing, angka proyeksi untuk korban meninggal di AS bisa melebihi 2,2 juta orang.

"Jika kita tidak melakukan apa-apa, jika kita hanya melanjutkan kehidupan kita, Anda akan melihat orang-orang sekarat di pesawat, Anda akan melihat orang-orang sekarat di lobi-lobi hotel. Anda akan melihat kematian di seluruh penjuru," ucapnya.


(nvc/ita)