Round-Up

Pusat Pandemi Corona Bergerak ke Antar Benua

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 28 Mar 2020 08:23 WIB
Vector of Coronavirus 2019-nCoV and Virus background with disease cells. COVID-19 Corona virus outbreaking and Pandemic medical health risk concept. Vector illustration eps 10
Foto: Getty Images/iStockphoto/fotomay
Jakarta -

Pusat pandemi virus Corona (COVID-19) kembali berpindah. Setelah China yang berada di Benua Asia, kemudian bergeser ke Italia di Benua Eropa, lalu pusat pandemi virus Corona kini bergerak ke Amerika Serikat (AS) yang berada di Benua Amerika.

AS telah mengonfirmasi kasus COVID-19 sebanyak 82.404. Jumlah tersebut melampaui China yang mencatat 81.782 kasus dan Italia yang melaporkan 80.589 kasus.

Jumlah angka kematian di AS terkait virus Corona juga melebihi 1.000, yakni 1.200. Namun jumlah tersebut masih jauh di bawah China dengan 3.291 kematian dan Italia 8.215 kematian.

Seperti dikutip dari BBC World, Jumat (27/3/2020), Presiden AS Donald Trump meramalkan negaranya akan kembali bekerja cukup cepat. Ramalan itu disampaikan setelah AS melaporkan adanya 3,3 juta warga yang mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu.

"Mereka harus kembali bekerja, negara kita harus kembali, negara kita didasarkan pada itu dan saya pikir itu akan terjadi dengan cepat," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Washington, Kamis (26/03) waktu setempat.

"Kita dapat memanfaatkan bagian dari negara kita, kita mungkin mengambil bagian besar dari negara kita yang tidak begitu terdampak dan kita dapat melakukannya dengan cara itu." imbuhnya.

Pusat Pandemi Corona Bergerak ke Antar BenuaDonald Trump (Foto: AP Photo)

Geser China, AS Jadi Pusat Pandemi Virus Corona COVID-19:

Selanjutnya
Halaman
1 2