Turki Gunakan Obat dari China untuk Pasien Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 11:37 WIB
Women wear protective face masks near Sultanahmet Mosque also known as the Blue Mosque as the nation tries to contain the novel coronavirus, COVID-19, in Istanbul on March 17,2020. - Turkey on Monday suspended collective mosque prayers until further notice to limit the spread of the new coronavirus, while ordering the closure of public spaces including cinemas. The interior ministry later Monday said theatres, cinemas, concert halls, restaurants where there is live music, shisha cafes and places serving tea and coffee,night clubs,bars would be closed temporarily from midnight Monday (2100 GMT). (Photo by Ozan KOSE / AFP)
Warga Turki tampak memakai masker saat beraktivitas di dekat Masjid Sultanahmet di tengah pandemi virus Corona (AFP/OZAN KOSE)
Ankara -

Turki menggunakan obat yang dikirimkan dari China untuk para pasien yang menderita penyakit virus Corona atau COVID-19.

"Mulai pagi ini, kita telah mendatangkan obat khusus yang digunakan di China, yang diklaim telah menghasilkan perbaikan pada pasien-pasien yang dirawat intensif, mengurangi waktu mereka dalam perawatan dari 11-12 hari menjadi empat hari," kata Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (24/3/2020).

Koca tidak memberikan informasi lebih detail mengenai obat yang dimaksud. Namun obat antimalaria, chloroquine belakangan ini telah digunakan untuk merawat pasien coronavirus di China serta Prancis.

Sejumlah peneliti telah mengatakan bahwa chloroquine menunjukkan harapan besar, meski para ilmuwan sepakat bahwa pengujian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan apakah obat tersebut benar-benar efektif dan aman.

Menurut data pemerintah yang dirilis pada Senin (23/3) waktu setempat, Turki secara resmi mencatat 1.529 kasus coronavirus dan 37 kematian.

Koca mengatakan bahwa 50 ribu alat tes cepat corona telah tiba dari China pada Senin (23/3) dan telah mulai digunakan. Diharapkan sekitar 300 ribu alat tes akan tiba di Turki pada Kamis (26/3) mendatang.

Koca menambahkan bahwa pemerintah China telah sepakat dengan Turki untuk berbagi informasi mengenai virus corona seiring kedua negara meningkatkan kerja sama untuk memerangi pandemi ini.

(ita/nvc)