Laporan Media Asing Sebut 210 Orang Meninggal Akibat Corona, Iran Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 10:29 WIB
A public bus driver, right, and a pedestrian wear masks to help guard against the Coronavirus in downtown Tehran, Iran, Sunday, Feb. 23, 2020. On Sunday Irans health ministry raised the death toll from the new virus to 8 people in the country, amid concerns that clusters there, as well as in Italy and South Korea, could signal a serious new stage in its global spread. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Sopir bus dan pejalan kaki di Teheran memakai masker saat beraktivitas di tengah wabah virus corona (AP Photo/Ebrahim Noroozi)
Teheran -

Otoritas Iran marah dengan laporan media asing yang menyebut korban meninggal akibat virus corona telah mencapai 210 orang. Iran menuduh laporan media itu bertujuan mencari keuntungan politik.

Seperti dilansir AFP dan media lokal Iran, Press TV, Sabtu (29/2/2020), laporan jaringan media Inggris, BBC Persian, pada Jumat (28/2) waktu setempat, yang mengutip sejumlah sumber dari kalangan sistem kesehatan Iran menyebut sedikitnya 210 orang meninggal dunia akibat virus corona di Iran.

Dalam laporannya, BBC Persian yang berkantor di London, Inggris, itu menyebut sebagai besar korban meninggal ada di ibu kota Teheran dan kota suci Qom.

Diketahui bahwa hingga Jumat (28/2) sore waktu setempat, otoritas kesehatan Iran melaporkan ada 8 kematian baru dalam 24 jam terakhir dan mengonfirmasi total 34 orang meninggal dunia akibat virus corona di wilayahnya.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour, menyebut saat ini total 388 kasus virus corona terkonfirmasi di Iran.

Menanggapi laporan BBC Persian itu, Jahanpour menyebut media itu bergabung dengan musuh-musuh Iran dalam 'berlomba-lomba menyebarkan kebohongan' soal Iran. "Transparansi teladan Iran dalam merilis informasi soal virus corona telah mengejutkan banyak orang," sebut Jahanpour dalam pernyataan via Twitter.

Selanjutnya
Halaman
1 2