Ada 3 Orang yang Demam, China Karantina 94 Penumpang Pesawat dari Korsel

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 26 Feb 2020 16:29 WIB
foto mikroskopik virus corona
Foto: Getty Images
Beijing -

Otoritas China mengkarantina 94 penumpang pesawat yang tiba dari Seoul, Korea Selatan (Korsel). Ini dilakukan setelah tiga orang di penerbangan asal Seoul itu diketahui mengalami demam.

Ketiga penumpang itu, semuanya warga China, tiba di kota Nanjing pada Selasa (25/2) pagi waktu setempat. Media pemerintah China, CCTV melaporkan seperti dilansir AFP, Rabu (26/2/2020), ketiganya diketahui mengalami demam setelah petugas bea cukai melakukan pemindaian para penumpang untuk mendeteksi gejala terinfeksi virus corona.

Ketiganya kemudian diangkut dengan ambulans ke rumah sakit untuk isolasi dan dites corona. Sedangkan 94 orang yang duduk dekat mereka di pesawat, dikirimkan ke sebuah hotel untuk dikarantina.



CCTV melaporkan bahwa dari ketiga penumpang yang demam tersebut, tak ada satu pun yang pernah berkunjung ke Wuhan, kota di China yang menjadi pusat wabah virus corona.

Diketahui bahwa Korsel merupakan salah satu negara yang melaporkan lonjakan drastis jumlah kasus corona dalam beberapa hari terakhir. Otoritas Korsel telah melaporkan 11 kematian akibat corona dan 169 kasus baru pada Rabu (26/2) ini, sehingga sejauh ini total 1.146 orang terinfeksi virus corona di Korsel -- angka terbesar di luar China.

Dikutip dari kantor berita Korsel, Yonhap, pasien kasus COVID-19 ini menyebar di beberapa daerah di Korea Selatan, di antaranya Daegu, Gyeongsang Utara, Cheongdo, dan Busan. Sekitar 80 persen jumlah kasus diduga berasal dari dua kelompok yang terhubung dengan Gereja Shincheonji, Daegu dan sebuah rumah sakit yang ada di Cheongdo.



Dengan adanya lonjakan kasus, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC) memperkirakan ini akan terus meningkat di hari mendatang. Hal ini mendorong Badan Kesehatan Korea untuk melakukan tes uji para anggota Gereja Shincheonji, yang disebut sebagai salah satu pusat penyebarannya.

Hal ini membuat semua kegiatan masyarakat lumpuh dan harus mengerjakannya di rumah. Bahkan, virus ini sudah mencapai kota besar lainnya, yaitu Seoul.

(ita/ita)