Partai Bersatu yang Naungi Mahathir Keluar, Koalisi Pakatan Harapan Tumbang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Feb 2020 15:13 WIB
Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad delivers a speech at the International Conference on the Future of Asia in Tokyo, Japan June 11, 2018. REUTERS/Issei Kato
Mahathir Mohamad mengajukan pengunduran diri ke Raja Malaysia di tengah gejolak politik di negara tersebut (REUTERS/Issei Kato)

Selain keluarnya 26 anggota parlemen dari Partai Bersatu dari koalisi, sedikitnya 11 anggota parlemen dari PKR juga ikut meninggalkan koalisi untuk membentuk blok independen. Anggota parlemen dari PKR yang keluar itu merupakan loyalis Wakil Ketua PKR, Azmin Ali, yang bertentangan dengan Anwar Ibrahim.

"Kami, anggota parlemen dari PKR, mengumumkan keputusan kami untuk meninggalkan PKR dan koalisi Pakatan Harapan untuk membentuk blok independen di parlemen," demikian pernyataan dari 11 anggota parlemen dari PKR, termasuk Azmin, yang keluar dari koalisi.

Diketahui bahwa Azmin yang juga menjabat Menteri Perekonomian Malaysia bersama Muhyiddin yang menjabat Menteri Dalam Negeri, merapatkan barisan dengan sejumlah ketua partai oposisi. Keduanya diketahui menggelar rapat dengan oposisi di sebuah hotel di pinggiran Kuala Lumpur pada Minggu (23/2) waktu setempat.

Laporan media lokal Malaysia menyebut rapat itu juga dihadiri oleh Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) dan Partai Islam Malaysia (PAS). Hal ini semakin memicu spekulasi soal pergeseran loyalitas politik di antara anggota koalisi pemerintahan.

Azmin, Muhyididin dan beberapa tokoh politik dari UMNO, PAS serta dua partai lainnya dari Borneo, juga dilaporkan bertemu Yang di-Pertuan Agong, Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, pada Minggu (23/2) waktu setempat untuk meminta dukungan. Rumor soal pengumuman pemerintahan baru sempat diperkirakan akan disampaikan pada Minggu (23/2) kemarin, namun tidak terwujud.

Digelarnya rapat pada Minggu (23/2) tersebut dan merapatnya Azmin kepada oposisi membuat Anwar Ibrahim terkejut. Anwar bahkan menyebut manuver politik itu sebagai 'pengkhianatan'.

Dengan keluarnya 26 anggota parlemen Partai Bersatu dan 11 anggota parlemen PKR, maka koalisi PH kini hanya memiliki 102 kursi di parlemen. Ini berarti koalisi tersebut kekurangan 10 kursi untuk bisa menempati mayoritas 112 kursi di parlemen Malaysia.

Halaman

(nvc/ita)