Buronan Skandal 1MDB Sempat Terdeteksi di Kota Pusat Wabah Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 20 Feb 2020 14:43 WIB
Low Taek Jho / Jho Low / Malaysia
Jho Low (Dok. The Star)
Kuala Lumpur -

Pengusaha Malaysia yang menjadi buron skandal mega korupsi 1MDB, Jho Low, dilaporkan sempat terdeteksi di kota Wuhan, China, yang kini menjadi pusat wabah virus corona. Tidak diketahui jelas apakah Jho Low sudah meninggalkan kota Wuhan sebelum otoritas China memberlakukan karantina massal.

Seperti dilansir AFP dan CNN, Kamis (20/2/2020), Low Taek Jho alias Jho Low dituduh memainkan peranan besar dalam skandal mega korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Najib Razak. Dia diduga merampas dana miliaran dolar Amerika dari 1MDB.

Uang negara milik Malaysia yang dirampas Jho Low dan komplotannya digunakan untuk membeli yacht mewah hingga karya seni mahal. Jho Low, melalui pengacaranya, telah membantah terlibat skandal tersebut. Dia telah sejak lama diburu otoritas Malaysia dan kerap dirumorkan bersembunyi di China.

"Sebelumnya, kami menerima informasi intelijen yang menyebutkan dia aktif di Wuhan," sebut Kepala Kepolisian Nasional Malaysia, Abdul Hamid Bador, dalam konferensi pers.

Diketahui bahwa Wuhan kini menjadi pusat wabah virus corona atau Covid-19 yang muncul sejak Desember 2019 dan menyebar ke puluhan wilayah lainnya di China daratan dan sedikitnya 26 negara lainnya. Sejauh ini, lebih dari 2.100 orang meninggal dunia akibat virus corona secara global.

Abdul Hamid menyatakan otoritas Malaysia tidak memiliki informasi soal apakah Jho Low sudah meninggalkan kota Wuhan saat wabah virus corona mewabah. "Tidak ada informasi baru soal apakah dia (Jho Low) telah meninggalkan negara itu usai wabah Covid-19," ucapnya.

Lebih lanjut, Abdul Hamid mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta otoritas Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk 'waspada jika dia kembali'.

Dia juga melontarkan lelucon bahwa jika Jho Low terinfeksi virus corona, maka opsi terbaik adalah pulang ke Malaysia. "Karena fasilitas kesehatan kita yang terbaik... Kita akan memberikannya perawatan terbaik," ujarnya.

Otoritas Malaysia sejauh ini mengonfirmasi 22 kasus virus corona di wilayahnya.

Favilavir, Antivirus Pertama yang Disetujui Lawan Virus Corona Baru:

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/hri)