Bertambah Lagi, 109 Tentara AS Terluka dalam Serangan Rudal Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 16:20 WIB
Pangkalan militer AS Ain al-Asad di Irak jadi sasaran rudal Garda Revolusi Iran. Aksi itu dilakukan sebagai balasan atas kematian Jenderal Qasem Soleimani.
pangkalan militer Ain al-Asad di Irak (Foto: AP Photo)
Washington -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mengumumkan bertambahnya jumlah tentara AS yang mengalami cedera akibat serangan rudal Iran bulan lalu. Disebutkan bahwa lebih dari 100 tentara AS mengalami cedera otak traumatis ringan akibat rudal-rudal yang ditembakkan ke pangkalan AS di Irak itu.

"Sampai hari ini, 109 anggota militer AS telah didiagnosis cedera otak traumatis ringan, atau mTBI, meningkat 45 orang dari laporan sebelumnya," kata Pentagon dalam sebuah statemen seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (11/2/2020).

Dari jumlah itu, 76 tentara telah kembali bertugas sedangkan sisanya masih menjalani evaluasi dan perawatan.



"Kami berterima kasih atas upaya para profesional medis kami yang telah bekerja tekun untuk memastikan tingkat perawatan yang sesuai untuk anggota militer kami, yang telah memungkinkan hampir 70 persen dari mereka yang didiagnosis untuk kembali bertugas," kata sekretaris pers Pentagon, Alyssa Farah dalam sebuah pernyataan, Senin (10/2) waktu setempat.

"Kita harus terus mengatasi masalah kesehatan fisik dan mental bersama," imbuhnya.

Awalnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tak ada tentara Amerika yang terluka dalam serangan rudal ke pangkalan militer Ain al-Asad di Irak barat pada 8 Januari lalu. Meski kemudian otoritas AS melaporkan bahwa 11 tentara terluka.


Diketahui bahwa Iran menembakkan rudal-rudal ke pangkalan militer di Irak yang menjadi basis pasukan AS itu, sebagai balasan atas serangan drone AS di Baghdad, Irak yang menewaskan seorang jenderal Iran, Qasem Soleimani.

Saat serangan rudal Iran yang terjadi pada 8 Januari itu, sebagian besar dari total 1.500 tentara AS yang ditempatkan di pangkalan militer itu, berlindung di bunker setelah mendapat peringatan mengenai serangan itu.

Simak Video "Detik-Detik Pesawat Ukraina Diduga Terkena Rudal Iran"

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)