Round-Up

Satu Kena Corona, Semua Penumpang Kapal Pesiar Dikarantina

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 07:30 WIB
Cruise ship Diamond Princess anchored off the Yokohama Port, Japan, upon its arrival on Monday Feb. 3, 2020. A person who was a passenger on the Japanese-operated cruise ship has tested positive for a new virus after leaving the ship in Hong Kong on Jan. 25. A team of quarantine officials and medical staff boarded the ship on Monday night and began medical checks of everyone on board, a health ministry official said on condition of anonymity, citing department rules.(Kyodo News via AP)
Kapal pesiar Diamond Princess berisi ribuan orang yang dikarantina karena virus corona (Foto: AP Photo)

Pihak Carnival Japan menyatakan bahwa keberangkatan kapal pesiar ini dari Yokohama akan tertunda selama 24 jam hingga Rabu (5/2) besok atau bisa lebih lama. Dituturkan seorang pejabat Kementerian Kesehatan Jepang yang enggan disebut namanya, bahwa para petugas karantina saat ini tengah memeriksa kondisi setiap orang di dalam kapal pesiar.

Suga dalam pernyataannya menyebut keputusan untuk mengizinkan kapal pesiar itu berlabuh dan membiarkan para penumpangnya turun ke daratan Jepang 'akan diambil di pusat karantina' dengan mempertimbangkan masa inkubasi 10 hari yang diperkirakan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sejak Sabtu (1/2) lalu, otoritas Jepang melarang setiap warga negara asing (WNA) yang pernah mengunjungi Provinsi Hubei -- pusat wabah virus corona -- beberapa pekan terakhir, untuk masuk ke wilayahnya. Warga asing yang memegang paspor asal Hubei juga dilarang masuk. Siapa saja yang menunjukkan gejala virus corona juga akan dilarang masuk ke Jepang. Suga menyebut sejauh ini, ada delapan warga asing yang dilarang masuk ke Jepang.

Kementerian Kesehatan Jepang pada Senin (3/2) waktu setempat mengonfirmasi ada 20 kasus virus corona di wilayahnya, dengan empat kasus tanpa gejala apapun. Otoritas Jepang juga telah memulangkan lebih dari 500 warganya dari kota Wuhan, yang menjadi asal virus ini.

Halaman

(dhn/dkp)