Polisi Israel Buru Pelaku Pembakaran Masjid di Yerusalem Timur

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 15:36 WIB
Warga Palestina mengunjungi masjid di Beit Safafa, Yerusalem Timur, yang salah satu ruangannya dibakar (AP Photo/Mahmoud Illean)

Ada beberapa coretan di tembok luar masjid tersebut, dengan salah satunya menyebut nama Kumi Ori yang merupakan nama sebuah permukiman kecil di wilayah Tepi Barat sebelah utara. Laporan The Times of Israel menyebut permukiman kecil itu dihancurkan pasukan keamanan Israel karena dibangun secara ilegal dan beberapa remaja ekstremis Israel yang tinggal di dalamnya terlibat 'serangan terhadap warga Palestina dan tentara Israel'.

Salah satu coretan berbunyi "Menghancurkan Yahudi? Hancurkan musuh!" yang diduga merujuk pada penghancuran permukiman kecil itu.

Rosenfeld enggan berkomentar saat ditanya apakah polisi melihat aksi pembakaran ini sebagai kejahatan kebencian.

Laporan AFP menyebut aksi pembakaran itu memiliki ciri-ciri serangan 'price tag' yang merupakan sebutan bagi kejahatan kebencian yang didorong oleh motif nasionalis Yahudi. Serangan semacam itu biasanya menargetkan properti milik warga Palestina atau milik warga Israel keturunan Arab. Serangan semacam itu juga seringkali dilancarkan sebagai balasan untuk serangan terhadap warga Israel atau terkadang balasan untuk langkah pemerintah Israel terhadap permukiman ilegal seperti Kumi Ori.

"Ini (serangan) price tag. Para pelaku tidak hanya mencoret-coret, mereka juga membakar tempat itu dan mereka membakar sebuah Al-Qur'an," ucap anggota parlemen Israel keturunan Arab, Osama Saadi, kepada AFP. Saadi diketahui tinggal di area tersebut.

Aksi pembakaran ini menghanguskan salah satu ruangan untuk salat. Namun struktur utama bangunan masjid tidak rusak.

Wilayah Yerusalem Timur, bersama Tepi Barat, dicaplok oleh Israel dalam perang Timur Tengah tahun 1967 silam. Warga Palestina mengharapkan kedua wilayah itu sebagai bagian dari negara Palestina di masa mendatang.

Halaman

(nvc/idh)