Pentagon Akui 34 Tentara AS Luka-luka Akibat Serangan Rudal Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Jan 2020 12:34 WIB
Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas pasukan AS (AP Photo)
Washington DC -

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengakui ada 34 tentara AS yang mengalami luka-luka akibat serangan rudal Iran terhadap markas pasukan AS di Irak pada 8 Januari lalu. Sebagian dari mereka telah kembali bertugas di Irak.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (25/1/2020), pernyataan terbaru Pentagon ini semakin bertentangan dengan klaim awal Presiden AS Donald Trump bahwa tidak ada tentara AS yang menjadi korban serangan rudal Iran.

"Total 34 personel telah didiagnosis gegar otak dan TBI (cedera otak traumatik)," sebut juru bicara Pentagon, Jonathan Hoffman, dalam konferensi pers.

Lebih lanjut, Pentagon menyebut, delapan tentara di antaranya telah kembali ke AS dari Jerman pada Jumat (24/1) waktu setempat. "Mereka akan melanjutkan perawatan medis di Amerika Serikat, baik di Walter Reed (rumah sakit militer dekat Washington) atau di pangkalan asal mereka," sebut Hoffman.

Sembilan tentara lainnya masih menjalani perawatan medis di Landstuhl Regional Medical Center di Jerman, yang merupakan rumah sakit militer AS terbesar di luar negeri. "Mereka masih menjalani evaluasi dan perawatan di sana," imbuh Hoffman.

Kondisi terbaru yang dialami para tentara AS itu tidak disebut lebih lanjut. Sekitar 17 tentara AS lainnya yang sempat dirawat, telah kembali bertugas di Irak.

Tonton juga Temui Mahfud, Dubes Iran Ingin Tingkatkan Kerja Sama dengan RI :

Selanjutnya
Halaman
1 2