China Karantina Kota-kota terkait Virus Corona, Pakar: Sudah Terlambat

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 24 Jan 2020 19:32 WIB
Otoritas China melakukan karantina massal terhadap puluhan juta warga di belasan kota terkait virus corona (AP Photo)
Beijing -

Pemerintah China berupaya memerangi wabah virus corona dengan menempatkan jutaan warga dalam karantina massal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pakar mengkhawatirkan langkah semacam itu tidak mampu menghentikan penyebaran virus yang bisa menular antarmanusia ini.

Seperti dilansir AFP, Jumat (24/1/2020), virus corona baru, atau yang disebut 2019-nCoV, yang awalnya berasal dari kota Wuhan di Provinsi Hubei, telah menyebar di sejumlah wilayah lainnya di China dan bahkan ke beberapa negara. Para pakar menyebut negara otoriter seperti China hanya memiliki sedikit waktu untuk membuat warganya tunduk pada karantina massal dan besar-besaran.

"Saya pikir kita sudah melewati periode emas untuk pengendalian dan pencegahan," sebut pakar virus dari Hong Kong University, Guan Yi, dalam analisisnya.

Pemerintah China mulai mengupayakan karantina sejak Kamis (23/1) waktu setempat, dengan memutus seluruh jaringan transportasi dari Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta orang yang menjadi asal muasal virus corona sejak akhir tahun lalu. Sejak saat itu, sejumlah kota di sekitar Wuhan masuk ke daftar hitam perjalanan. Langkah itu mengisolasi lebih dari 40 juta orang untuk mencegah mereka yang terinfeksi virus corona bepergian dan menulari orang lain di wilayah lain.

Namun dengan korban tewas yang kini mencapai 26 orang dan infeksi telah menyebar hingga ke Amerika Serikat (AS), ada kekhawatiran bahwa langkah karantina itu sudah sangat terlambat.

Guan Yi yang baru kembali dari Wuhan sebelum karantina diberlakukan, menyoroti banyaknya orang yang telah pergi dari kota itu sebelum liburan Tahun Baru Imlek dimulai pada Jumat (24/1) waktu setempat. Menurut Guan Yi, orang-orang itu bisa saja menginkubasi virus corona 'dalam perjalanan keluar dari Wuhan'.

Gejala infeksi virus corona diketahui memakan waktu beberapa hari untuk muncul, yang disebut juga secara efektif menyemai bom waktu kesehatan di seluruh wilayah China dan di luar negeri.

Associate Professor Adam Kamradt-Scott dari University of Sydney, seorang pakar dalam keamanan kesehatan global, mengatakan hanya 'sedikit' negara yang berhasil melakukan karantina massal. Dia menyebut Amerika Serikat menjadi salah satu dari sedikit negara yang mampu melakukan karantina massal, dengan menggunakan Garda Nasional, meskipun langkah ini menghadapi perlawanan dari populasi yang terbiasa dengan kebebasan sipil.

Tonton juga Cegah Korona, Pemerintah Akan Deteksi Mereka yang Datang dari China :

Selanjutnya
Halaman
1 2