Intelijen Israel Berperan dalam Operasi AS yang Tewaskan Jenderal Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 14 Jan 2020 11:35 WIB
Qasem Soleimani dalam foto tahun 2016 (AP Photo/Ebrahim Noroozi, File)
Tel Aviv - Intelijen Israel disebut turut berperan dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) yang menewaskan Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, di Baghdad, Irak. Seperti apa perannya?

Seperti dilansir NBC News dan Reuters, Selasa (14/1/2020), sejumlah informan di Bandara Damaskus, Suriah berhasil memberikan informasi kepada Badan Intelijen Pusat AS atau CIA soal pesawat yang mana yang akan ditumpangi Soleimani dan kapan dia terbang ke Irak.

Intelijen Israel, sekutu AS, disebut membantu mengonfirmasi dan memverifikasi detail informasi tersebut.

Informasi soal penerbangan rahasia Soleimani menyebut bahwa dia akan terbang dengan pesawat Airbus A320 milik Cham Wings Airlines dari Damaskus ke Baghdad pada 3 Januari 2020. Menurut seorang pegawai maskapai Cham Wings Airlines, nama Soleimani maupun anak buahnya tidak terdaftar pada manifes penerbangan.


Begitu pesawat tersebut mendarat di Baghdad, sejumlah mata-mata AS yang standby di Bandara Internasional Baghdad -- yang juga menjadi markas personel militer AS -- mengonfirmasi keberadaan Soleimani. Tiga drone militer AS bergerak ke posisi, mengudara di wilayah udara Irak. Setiap drone dipersenjatai empat rudal Hellfire.

Momen saat Soleimani turun dari pesawat dan disambut Wakil Komandan milisi Hashed al-Shaabi, Abu Mahdi al-Muhandis 'disiarkan langsung' kepada para pejabat AS di berbagai lokasi. Direktur CIA, Gina Haspel, mengamati dari markas CIA di Langley, Virginia. Menteri Pertahanan AS Mark Esper menyaksikan dari lokasi lainnya.

Saat itu, sekitar pukul 01.00 dini hari, situasinya masih gelap sehingga tayangan infrared tidak begitu jelas. Namun Komando Pusat AS yang bermarkas di Qatar, yang menjadi pusat komando operasi ini, tidak memiliki keraguan bahwa sosok tersebut adalah Soleimani, yang diklaim tengah merencanakan serangan besar terhadap diplomat dan personel militer AS di Timur Tengah.


Simak Juga "Jenderal Baru Iran Pengganti Soleimani"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2 3