Nge-Tweet Pakai Aksara Persia, Trump Dukung Demo Rakyat Iran

Jabbar Ramdhani - detikNews
Minggu, 12 Jan 2020 06:01 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (AP Photo/Brynn Anderson)



Kantor berita Fars melaporkan polisi Iran membubarkan aksi tersebut ketika demonstrasi berubah menjadi kemarahan. Para siswa meneriakkan slogan-slogan yang mengecam "pembohong" dan menuntut pengunduran diri dan penuntutan dari mereka yang bertanggung jawab untuk menjatuhkan pesawat dan diduga menutupi tindakan kecelakaan.

Kantor berita Fars mengatakan para mahasiswa yang memprotes meneriakkan slogan-slogan "destruktif" dan "radikal". Dilaporkan Fars, beberapa siswa merobek poster Qasem Soleimani, jenderal Iran yang terbunuh pada 3 Januari dalam serangan pesawat tak berawak (drone) AS ke Baghdad.

Fars menerbitkan foto-foto para demonstran yang berkumpul di sekitar cincin lilin selama penghormatan dan gambar poster robek bertuliskan gambar Soleimani yang tersenyum.


Polisi "membubarkan" mahasiswa ketika mereka meninggalkan universitas dan memblokir jalan-jalan sehingga menyebabkan kemacetan lalu lintas.

Dalam langkah yang sangat tidak biasa, televisi pemerintah menyebutkan protes itu, melaporkan bahwa para siswa meneriakkan slogan-slogan "anti-rezim".

Iran mengatakan pada hari Sabtu bahwa Ukraine International Airlines Boeing 737 "tidak sengaja" ditembak jatuh pada hari Rabu segera setelah lepas landas dari bandara utama Teheran. Semua 176 orang di pesawat tewas, kebanyakan dari Iran dan Kanada, banyak dari mereka adalah mahasiswa.


Pengakuan Iran pada hari Sabtu (11/1) bahwa pesawat itu ditembak jatuh karena kesalahan datang setelah para pejabat berhari-hari dengan tegas menyangkal klaim Barat bahwa pesawat itu terkena rudal.

Komandan dirgantara Pengawal Revolusi Iran menerima tanggung jawab penuh. Tetapi Brigadir Jenderal Amirali Hajizadeh mengatakan operator rudal itu bertindak secara independen, menembak jatuh Boeing 737 setelah mengira itu sebagai "rudal jelajah".
selanjutnya
Halaman

(jbr/ibh)