Round-Up

Dugaan Iran Lepas Rudal di Balik Jatuhnya Pesawat Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jan 2020 12:37 WIB
Pesawat Ukraina Jatuh di Iran. (Foto: AP Photo/Mohammad Nasiri)
Jakarta - Pesawat maskapai Ukraine International Airlines yang jatuh di Iran banyak membawa warga asing. Diduga, pesawat Ukraina terjun bebas karena Iran melepas rudal.

Pesawat Ukraine International Airlines dengan nomor penerbangan PS752 itu lepas landas secara wajar dari Bandara Internasional Imam Khomeini Teheran pada Rabu (8/1) pagi. Baru dua menit terbang, pesawat jenis Boeing 737-800 itu berada di ketinggian 8 ribu kaki (2.400 meter) dan berhenti mengirimkan data.

Rekaman video yang muncul di internet menunjukkan pesawat terbakar sebelum jatuh ke daratan dan memicu bola api serta ledakan. Video amatir lainnya juga menunjukkan sebuah rudal ditembakkan ke langit Teheran, Iran dan mengenai sebuah objek di udara.



Pada saat bersamaan, sebuah pesawat milik maskapai Ukraina jatuh sesaat setelah lepas landas di Teheran. Seperti dilansir CNN, Jumat (10/1/2020), video amatir itu dikirimkan ke CNN namun belum bisa diverifikasi keasliannya.

Namun gedung-gedung yang terlihat dalam rekaman video itu mirip dengan gedung yang ada di wilayah Parand, pinggiran Teheran, ibu kota Iran. Sejumlah pemimpin negara-negara Barat kompak menyatakan indikasi bahwa pesawat maskapai Ukraina dijatuhkan oleh rudal Iran.

Perdana Menteri (PM) Kanada, Justin Trudeau, menyebut bukti-bukti intelijen mengindikasikan pesawat maskapai Ukraina terkena rudal darat-ke-udara (SAM) milik Iran.

"Kami memiliki informasi intelijen dari berbagai sumber termasuk dari sekutu-sekutu kami dan intelijen kami sendiri. Bukti mengindikasikan bahwa pesawat ditembak jatuh oleh sebuah rudal darat-ke-udara milik Iran. Ini bisa jadi tidak disengaja," ucap Trudeau.



Kanada Kantongi Bukti Pesawat Ukraina Ditembak Jatuh Iran:




Tak hanya Trudeau, PM Inggris Boris Johnson dan PM Australia Scott Morrison juga mendukung pernyataan pimpinan Kanada. Keduanya bahkan menyebut insiden itu bisa jadi tidak disengaja oleh Iran sendiri.

Morrison menyebut ditembak jatuhnya pesawat maskapai Ukraina oleh rudal Iran itu sebagai sebuah kesalahan. "Seluruh informasi intelijen yang diserahkan kepada kami hari ini tidak menunjukkan itu sebagai aksi yang disengaja," ujar Morrison.

Otoritas penerbangan Iran membantah tuduhan negara-negara Barat yang menyebut pesawat maskapai Ukraina dijatuhkan oleh rudal Iran. Ditegaskan Iran, ada koordinasi erat antara otoritas pertahanan udara dan departemen penerbangan sipil.



Kepala Departemen Penerbangan Nasional Iran, Ali Abedzadeh, meyakini tidak ada rudal yang mengenai pesawat maskapai Ukraine International Airlines yang membawa 176 penumpang dan awak tersebut.

"Yang jelas bagi kami, dan yang bisa kami katakan dengan pasti, adalah tidak ada rudal yang mengenai pesawat," tegas Abedzadeh dalam konferensi pers di Teheran, seperti dilansir Associated Press (AP).

"Jika mereka sangat yakin, mereka seharusnya datang dan menunjukkan temuan mereka kepada dunia," imbuhnya, merujuk pada negara-negara Barat yang menyebut rudal Iran menjatuhkan pesawat maskapai Ukraina.



Iran menegaskan akan menangani sendiri kotak hitam pesawat maskapai Ukraina yang jatuh di wilayahnya. Iran menyebut penyelidikan terhadap kecelakaan ini bisa memakan waktu 1-2 tahun ke depan.

Iran menyatakan bakal meminta bantuan Rusia, Kanada, Prancis atau Ukraina jika dibutuhkan. Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh, mengatakan, pihaknya harus memeriksa seberapa besar kerusakan yang dialami kotak hitam pesawat. (idn/dnu)