Komandan Garda Revolusi Tewas di Irak, Iran Gelar Rapat Mendadak

ADVERTISEMENT

Komandan Garda Revolusi Tewas di Irak, Iran Gelar Rapat Mendadak

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jan 2020 13:44 WIB
Qasem Soleimani dalam foto tahun 2013 (MEHDI GHASEMI/ISNA/AFP)

Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, dalam komentarnya menyebut serangan udara AS sebagai 'terorisme internasional'. Zarif memperingatkan bahwa AS akan menanggung konsekuensi atas serangan tersebut.

"Aksi terorisme internasional dari AS, yang menargetkan dan menewaskan (Mayor) Jenderal Soleimani... merupakan eskalasi yang sangat berbahaya dan bodoh," sebut Zarif dalam komentarnya via Twitter.

"AS akan menanggung seluruh konsekuensi dari adventurisme jahat yang dilakukannya," tegasnya.


Secara terpisah, mantan Panglima Garda Revolusi Iran, Mohsen Rezai, menegaskan bahwa aksi balasan akan dilakukan terhadap AS. "Soleimani bergabung dengan saudara-saudaranya yang mati syahid, tapi kami akan melakukan pembalasan dendam yang mengerikan terhadap Amerika," cetus Rezai yang kini menjabat Dewan Kebijaksanaan Iran.

Pemerintah AS dalam pernyataan via Pentagon atau Departemen Pertahanan mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan yang menewaskan Soleimani. Pentagon menyebut serangan itu sebagai 'langkah defensif yang tegas untuk melindungi personel AS di luar negeri'.

"(Mayor) Jenderal Soleimani secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang diplomat-diplomat dan personel militer Amerika di Irak dan sekitarnya. (Mayor) Jenderal Soleimani dan Pasukan Quds yang dipimpinnya, bertanggung jawab atas kematian ratusan warga Amerika dan anggota koalisi dan melukai ribuan orang lainnya," sebut Pentagon dalam pernyataannya.


(nvc/dhn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT