Tolak Angkat PM dari Parlemen, Presiden Irak Siap Mundur

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Jumat, 27 Des 2019 05:23 WIB
Kerusuhan Irak (Foto: AP Photo)
Bagdad - Presiden Irak Barham Salih menyatakan tidak akan mengangkat tokoh yang dicalonkan parlemen, Asaad al-Eidani sebagai perdana menteri (PM) baru. Salih akan memilih mundur ketimbang mengambil keputusan itu.

Lewat pernyataan yang dikeluarkan oleh kantornya, Salih menilai menunjuk al-Eidani tidak akan menenangkan para demonstran yang menuntut perdana menteri independen tanpa afiliasi partai.

"Karena keinginan saya untuk menghentikan darah dan menjaga perdamaian, dan dengan hormat kepada Asaad al-Eidani, saya menolak untuk mencalonkannya," kata Salih seperti dilansir Aljazeera, Kamis (26/12/2019).



"Karena itu saya bersedia untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden kepada anggota parlemen sehingga mereka memutuskan sebagai wakil rakyat apa yang mereka inginkan," imbuhnya.

Dia beralasan konstitusi tidak memberinya hak untuk menolak calon perdana menteri. Karena itu dia siap untuk menyerahkan pengunduran dirinya ke parlemen.

Menurut konstitusi Irak, fraksi terbesar di parlemen diharuskan untuk mencalonkan perdana menteri, yang kemudian ditunjuk oleh presiden. Fraksi tersbesar di parlemen Irak sebelumnya telah menunjuk Gubernur Basra Asaad al-Eidani untuk menjadi perdana menteri berikutnya. (abw/zak)