Israel Perketat Izin, Warga Kristen Gaza Tak Bisa Ziarah ke Betlehem

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 24 Des 2019 15:52 WIB
Hanadi Missak, warga Jalur Gaza, Palestina. (Mahmud Hams/AFP)
Gaza - Suasana Natal tahun 2019 sudah terasa di mana-mana, tak terkecuali di Jalur Gaza. Namun suasana Natal di Gaza kali ini lain dari tahun-tahun sebelumnya. Warga kristiani Jalur Gaza tak diizinkan oleh Israel berziarah ke kota kelahiran Yesus Kristus.

Dilansir AFP, Selasa (24/12/2019), warga kristen Jalur Gaza, Palestina, perempuan bernama Hanadi Missak (48) tengah mempersiapkan pohon Natal berhias perada warna-warni dan miniatur Santa. Di balik persiapan Natal ini, dia merasa tak puas karena tak bisa ke Betlehem, kota kelahiran Yesus, karena izin yang dia ajukan ke otoritas Israel belum juga gol.



"Dengan segala kesedihan di Gaza, saya harus membuat ini tetap bahagia dan merayakan Natal," kata Missak. Teman-teman dan tetangga muslim Missak biasa datang ke rumah untuk turut memeriahkan Natal.

Sebagaimana diketahui, wilayah Palestina saat ini terbelah oleh teritori Israel. Jalur Gaza Palestina ada di sisi barat, dan Betlehem Palestina ada di sisi timur (namun biasa disebut sebagai Tepi Barat). Hanya sebagian saja dari pendaftar dari Gaza yang izinnya dikabulkan otoritas Israel sehingga bisa menyeberang ke Betlehem untuk merayakan Natal esok hari, 25 Desember 2019.



Nabil al-Salfiti dan istrinya bernama Fatten sudah mengantongi izin dari Israel untuk ke Betlehem. Tapi sayang seribu sayang, anak laki-lakinya tidak diizinkan Israel untuk ke Betlehem. Maka mereka memutuskan untuk merayakan Natal di Jalur Gaza saja.

"Sebenarnya nggak bahagia-bahagia amat di sini--kebahagiaan sesungguhnya ada di Betlehem tempat Kristus dilahirkan," kata Fatten.

Israel Perketat Izin, Warga Kristen Gaza Tak Bisa Ziarah ke BetlehemFoto: Peta Palestina dan Israel. (CNN)

Selanjutnya
Halaman
1 2