ICC Akan Selidiki Kejahatan Perang di Palestina, Ini Reaksi Israel

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 21 Des 2019 12:49 WIB
Benjamin Netanyahu (Gali Tibbon/Pool via AP)
Tel Aviv - Langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk menyelidiki secara penuh dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina menuai reaksi keras dari Israel. Kecaman juga mengalir dari Amerika Serikat (AS), yang merupakan sekutu dekat Israel.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (21/12/2019), Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, mengecam langkah ICC dengan menyebutnya sebagai 'hari kelam bagi kebenaran dan keadilan'. Diketahui bahwa Israel enggan bergabung dengan ICC sejak mahkamah internasional itu dibentuk tahun 2002.

"Ini menjadi hari kelam bagi kebenaran dan keadilan. Jaksa ICC tampaknya memutuskan untuk tidak menolak klaim Palestina terhadap negara Israel. Ini keputusan yang tidak berdasar dan keterlaluan," sebut Netanyahu dalam pernyataannya.

"Pengadilan tidak punya yurisdiksi dalam kasus ini. ICC hanya memiliki yurisdiksi atas permohonan yang diajukan negara berdaulat. Tapi tidak pernah ada negara Palestina," imbuhnya.


Lebih lanjut, Netanyahu menyebut keputusan itu menjadikan ICC yang berkantor di Den Haag ini sebagai 'alat politik' untuk melawan Israel. "Keputusan jaksa ICC telah mengubah Mahkamah Pidana Internasional menjadi alat politik untuk mendelegitimasi negara Israel," tegas Netanyahu.

"Jaksa (ICC) telah sepenuhnya mengabaikan argumen hukum yang kami serahkan kepadanya. Dia juga sepenuhnya mengabaikan sejarah dan kebenaran ketika dia mengatakan bahwa tindakan warga Yahudi hidup di tanah nenek moyang mereka, tanah yang dijanjikan, adalah sebuah kejahatan perang," ucapnya.



Tonton juga video Warga Palestina Protes Israel Menduduki Wilayah Hebron:


Selanjutnya
Halaman
1 2