detikNews
2019/12/03 10:50:29 WIB

Eks Kepala Daerah Xinjiang Dibui Seumur Hidup terkait Gratifikasi

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Eks Kepala Daerah Xinjiang Dibui Seumur Hidup terkait Gratifikasi Nur Bekri dalam foto tahun 2013 (WANG ZHAO/AFP)
Beijing - Seorang mantan kepala daerah Xinjiang di China, Nur Bekri, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup terkait kasus gratifikasi yang menjeratnya. Bekri yang berasal dari etnis Uighur ini sebelumnya mengaku bersalah telah menerima suap sebesar 79 juta Yuan, setara Rp 158 miliar.

Seperti dilansir AFP, Selasa (3/12/2019), kasus gratifikasi yang menjerat Bekri ini merupakan salah satu kasus paling menonjol dalam rangkaian kampanye melawan korupsi yang digaungkan Presiden Xi Jinping di kalangan Partai Komunis, yang oleh para pengkritik disamakan dengan pembersihan politik.

Menurut Pengadilan Rakyat Shenyang di China bagian timur laut, Bekri yang beberapa waktu terakhir baru naik jabatan menjadi Kepala Badan Energi Nasional China ini, telah mengaku bersalah telah menerima suap sebesar 79 juta Yuan dalam kurun waktu 20 tahun.


Bekri diketahui meniti karier dari awal di wilayah asalnya, Xinjiang. Dia naik menjadi wakil sekretaris Partai Komunis China dan kepala pemerintahan untuk wilayah Xinjiang, sebelum menjabat sebagai Kepala Badan Energi Nasional China. Dia juga sempat menjabat sebagai Wakil Direktur pada kantor perencanaan ekonomi China. Jabatan ini menjadikan Bekri sebagai salah satu pejabat dari etnis Uighur yang pernah menempati posisi tertinggi di China.

Para penyidik setempat mengklaim bahwa Bekri memanfaatkan jabatannya untuk hidup 'secara boros' dan menguntungkan dirinya sendiri juga keluarganya, dengan membeli mobil-mobil mewah dan membantu orang-orang yang dekat dengannya. Pelanggaran ini disebut dilakukan Bekri antara tahun 1988-2018.

Dalam sidang putusan yang digelar pada Senin (2/12) waktu setempat, Bekri dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Dalam ruang sidang, menurut pengadilan Shenyang, Bekri menyatakan dirinya akan 'mematuhi vonis dan tidak mengajukan banding'.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com