Vatikan Kritik AS yang Tak Lagi Anggap Permukiman Israel Ilegal

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 21 Nov 2019 13:36 WIB
Ilustrasi -- Permukiman Israel di wilayah Tepi Barat (BBC World)
Ilustrasi -- Permukiman Israel di wilayah Tepi Barat (BBC World)

Posisi AS itu melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) yang menetapkan bahwa permukiman Israel ilegal karena dibangun di atas wilayah Palestina yang diduduki. Keputusan itu juga menandai perubahan kebijakan AS sejak lama terhadap permukiman Israel.

Kritikan mengalir dari Palestina, Uni Eropa, PBB dan Liga Arab. Namun kebanyakan pengadilan Israel menetapkan sebagian besar permukiman Israel legal. Lebih dari 600 ribu warga Israel tinggal di permukiman-permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, bersama dengan lebih dari 3 juta warga Palestina.

Persoalan permukiman Israel ini menjadi salah satu isu paling pelik dalam konflik Israel-Palestina yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.


Takhta Suci dalam pernyataannya menegaskan bahwa pihaknya mendukung hak-hak warga Israel untuk tinggal secara damai dan aman di wilayah perbatasan yang diakui komunitas internasional.

"Juga mendukung hak yang sama yang dimiliki warga Palestina, yang harus diakui, dihormati dan ditegakkan," sebut Vatikan dalam pernyataannya.

Paus Fransiskus yang tiba di Thailand pada Rabu (20/11) waktu setempat, belum memberikan tanggapan langsung atas isu ini.

Halaman

(nvc/ita)