PBB Sebut 2,4 Juta Orang Butuh Bantuan Pangan di Mali-Niger

PBB Sebut 2,4 Juta Orang Butuh Bantuan Pangan di Mali-Niger

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 20 Nov 2019 04:23 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Burkina - PBB mengatakan lebih dari 2,4 juta orang membutuhkan bantuan makanan di wilayah Sahel tengah, yang meliputi Burkina Faso, Mali dan Niger. Tiga negara tersebut adalah tempat kekerasan jihadis yang memicu krisis kemanusiaan.

"Jika kita tidak mengambil tindakan sekarang untuk mengatasi kelaparan di Sahel, satu generasi ada dalam bahaya," ujar juru bicara Program Pangan Dunia PBB (WFP), Harve Verhoosel kepada wartawan di Jenewa, Swiss, seperti dikutip dari AFP, Rabu (20/11/2019).



Dia mengatakan sekitar 20 juta orang tinggal di daerah-daerah yang dilanda konflik itu, karena bentrok dengan kekerasan yang melibatkan sejumlah kelompok bersenjata.

Lebih dari 860 ribu orang di wilayah itu telah menjadi pengungsi lokal, sementara tiga negara itu juga menampung 270 ribu pengungsi.

Burkina Faso sangat terpukul atas krisis tersebut karena meningkatnya kekerasan. Verhoosel mengatakan bahwa ada banyak serangan di negara itu selama paruh pertama tahun ini daripada tahun 2018.

Berdasarkan perhitungan AFP,sekitar 700 orang dinyatakan meninggal di Burkina Faso sejak mereka mulai berjuang melawan pemberontakan jihadis yang dimulai di Mali pada tahun 2015 silam.

PBB memperkirakan hampir setengah juta orang meninggalkan tempat tinggal mereka di Burkina Faso dan Direktur WFP Burkina Faso, David Bulman, mengatakan jumlah mereka akan bertambah mendekati 650 ribu hingga akhir tahun ini.

"Orang-orang ini sudah miskin dan ketika mereka dipindahkan itu berarti mereka meninggalkan segalanya," kata Bulman saat memperingatkan bahwa tingkat kekurangan gizi di kalangan pengungsi sangat memprihatinkan.



Ada tingkat kekurangan gizi akut antara populasi tinggi di Burkina Faso, yaitu hingga tujuh persen yang jauh dari ambang dua persen untuk menyatakan keadaan darurat.

"Kami bicara tentang ribuan anak yang terkena dampak" ujar Bulman.

WFP tengah meningkatkan bantuannya dan menyediakan untuk sekitar 2,6 juta orang di seluruh wilayah Sahel tengah dengan bantuan dalam bentuk makanan dan gizi sepanjang tahun.

Akan tetapi itu mengingatkan bahwa kenaikan dan penyebaran kelompok-kelompok militan secara serius membatasi akses untuk memberikan bantuan.

PBB juga memperingatkan bahwa mereka menghadapi kesenjangan pendanaan, menekankan bahwa mereka sangat membutuhkan 150 juta Dolar Amerika untuk menjaga program agar tetap berjalan.

(lir/gbr)