detikNews
2019/11/19 10:15:15 WIB

AS Tak Lagi Anggap Permukiman Israel Ilegal, Palestina Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
AS Tak Lagi Anggap Permukiman Israel Ilegal, Palestina Marah Ilustrasi -- Permukiman Israel di Tepi Barat (BBC World)
Ramallah - Pengumuman Amerika Serikat (AS) soal posisi terbaru yang tidak lagi menganggap permukiman Israel di Tepi Barat ilegal, menuai kemarahan Palestina. Di sisi lain, Israel sangat menyambut baik keputusan ini.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Selasa (19/11/2019), Otoritas Palestina mengecam keputusan terbaru dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang menyatakan bahwa permukiman sipil Israel di Tepi Barat 'bukanlah inkonsisten dengan hukum internasional'.


Keputusan yang menggeser kebijakan AS sejak tahun 1978 ini dinilai sangat pro-Israel dan menunjukkan semakin melunaknya posisi AS terhadap permukiman Israel. Perubahan kebijakan ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Senin (18/11) waktu setempat.

"AS tidak memenuhi syarat atau berwenang untuk membatalkan resolusi hukum internasional dan tidak memiliki hak untuk memberikan legalitas terhadap setiap permukiman Israel," tegas Nabil Abu Rudeinah selaku juru bicara Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dalam pernyataannya.

"Pemerintahan AS telah kehilangan kredibilitas untuk memainkan peran masa depan dalam proses perdamaian," imbuh Rudeinah.


Perunding top Palestina, Saeb Erekat, juga menyampaikan kecamannya. "Pernyataan Menteri Pompeo merupakan kepergian total pemerintah AS, atau harus saya katakan, pemerintahan Trump dari hukum internasional, penegakan hukum, penyelesaian konflik dengan cara-cara damai," sebut Erekat.

"Mereka (AS-red) menggantikan hukum internasional dengan hukum rimba," ujarnya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com